Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

BI Bantu Mesin Penggiling Pakan pada Kelompok Ternak di Siak

Senin 07 Aug 2017 23:30 WIB

Red: Ilham Tirta

Kelompok Ternak. (Ilustrasi).

Kelompok Ternak. (Ilustrasi).

Foto: Dok Fuji Pratiwi

REPUBLIKA.CO.ID, SIAK -- Tiga kelompok ternak di Kabupaten Siak menerima bantuan tiga alat mesin penggiling pakan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Riau yang diserahkan di Desa Berumbung Baru, Kecamatan Dayun, Senin (7/8). Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak Susilawati mengatakan, sebelumnya BI wilayah Riau juga telah menyerahkan bantuan kepada empat kelompok tani pada bulan Februari 2017.

"Jadi total keseluruhan kelompok tani binaan BI saat ini ada tujuh kelompok," kata Susilawati saat menerima bantuan.

Dia menyebutkan, selain penyerahan bantuan penggiling pakan ternak, dilakukan juga peluncuran produk pupuk organik untuk pertama kalinya. Dilakukam juga panen pembibitan sapi brahman cross. "Kerja sama antara Pemkab Siak dan BI sudah dimulai sejak tahun 2016, lalu. Program ini berjalan baik dan akan berlanjut," ujarnya.

Susilawati mengatakan, BI telah memberikan latihan dan studi banding ke kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengenai pembibitan sapi. "Dari hasilnya pembibitan sapi bali dibandingkan sapi brahman cross, ternyata lebih unggul sapi brahman. Apalagi dengan bantuan mikro organik alfalfa yang dicampur dengan pakan ternak, sangat membantu petani, baik dari segi ekonomi ataupun kesehatan sapi," jelasnya.

Kegunaan utama alfalfa, khusus daun dan tangkainya sebagai pakan ternak ruminansia. Belakangan ini memang sudah digunakan sebagai pakan untuk unggas dan ternak lainnya. Alasannya, pertumbuhan alfalfa baik, produksi cukup tinggi, nilai nutrisi di atas rumput alam dan merupakan sumber kaya protein dengan palabilitas cukup tinggi.

Sejauh ini, pakan merupakan salah satu masalah utama dalam pengembangan ternak. Oleh karena itu, alfalfa berpeluang dijadikan sebagai salah satu jawaban strategis bagi masa depan peternakan.

Salah satu kelompok tani yang menerima bantuan, Darmo mengatakan, melalui bantuan mesin penggiling pakan ini, pelepah sawit yang ada bisa diubah jadi pakan berkualitas. "Kemudian di fermentasi untuk sapi dan kemudian dibagikan ke kelompok tani," katanya.

Deputi Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau, Irwan Mulawarman menyebutkan, bantuan ini tidak selesai sampai di situ saja. BI akan selalu hadir dan berkomitmen dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau, serta menjaga kestabilan harga pangan di daerah.

"BI melakukan kerja sama dengan tim ahli guna menghasilkan makanan yang berkualitas untuk sapi. Dengan alat itu, pelepah sawit yang ada di kebun bisa diubah jadi pakan berkualitas," kata Irwan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA