Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Baru 30 Persen Sampah Bantul Terangkut ke TPST

Senin 24 July 2017 19:51 WIB

Red: Fernan Rahadi

Sampah

Sampah

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Pemerintah Kabupaten Bantul, DIY, menyebutkan baru 30 persen dari total produksi sampah sekitar 200 ton per hari yang terangkut ke tempat pembuangan sampah terpadu yang ada di wilayah Kecamatan Piyungan.

"Saat ini produksi sampah di Bantul rata-rata 200 ton per hari, dan hanya 30 persen yang mampu kita angkut di TPST Piyungan," kata Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat DIY, Ahad (23/7).

Halim mengatakan sampah yang sekitar 70 persen tersebar di mana-mana, sehingga memang hal itu menjadi komitmen bersama antara pemda bersama pegiat lingkungan agar sampah tidak menjadi masalah di kemudian hari.

"Ini menjadi pekerjaan rumah semua, bahwa tahun ini dan akan datang sampah ini harus berada di tempatnya, bukan semua tempat ada sampahnya. Karena itu ini jadi komitmen bersama," katanya.

Halim mengatakan untuk mewujudkan komitmen itu memerlukan kekompakan para pihak, pembudayaan lingkungan bersih sejak usia dini sampai orang tua dan punya kesadaran serta kompak bahwa masalah lingkungan ini adalah masalah semuanya.

"Kalau kita gagal mengelola sampah di Bantul maka lambat laun kita semua akan ditenggelamkan oleh sampah yang kita produksi sendiri," kata Wabup Bantul.

Halim mengatakan Pemkab Bantul punya program daerah yaitu Bantul Bersih Sampah pada 2019, sehingga program daerah ini perlu komitmen dan tekad kebersamaan di dalam menumbuhkan budaya lingkungan hidup yang baik pada semua masyarakat mulai anak usia dini sampai orang tua.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya berharap kepada anak-anak dan para pelajar di Bantul untuk teruskanlah budaya bersih ini, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di rumah maupun di mana saja berada mereka tinggal.

"Program daerah yang kedua yang menyangkut lingkungan hidup adalah bagaimana kita semua yang ada di Bantul ini mampu hadirkan satu sistem pengelolaan sampah yang lebih baik," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Halim menginstruksikan semua pemerintah desa di daerah itu membentuk tiga hal yang berkaitan dengan pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat. Hal pertama adalah memiliki tempat pembuangan sampah sementara guna menampung sampah-sampah rumah tangga maupun lingkungan sebelum dikelola atau diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

"Yang kedua desa harus memiliki bank sampah, serta ketiga memiliki tim pengelola sampah yang ditetapkan oleh lurah desa," kata Pak Halim sapaan akrab Wabup Bantul tersebut.

Menurut dia, bank sampah merupakan sistem pengelolaan sampah dengan diolah menjadi barang bermanaaf ini penting dimiliki karena diakui masih banyak sampah-sampah di Bantul yang sampai saat ini berpotensi digunakan kembali.

"Tidak boleh semua sampah ini menjadi sampah residual, tetapi sampah ini harus bisa kita gunakan kembali atau reuse. Jadi harus bisa dikelola kembali, dan kita berusaha mengurangi sampah melalui pengelolaan sampah terkendali," katanya.

Sementara itu, Halim juga mengharapkan kepada semua warga Bantul agar selalu menggunakan bahan organik, agar bahan organik ini ketika menjadi sampah nantinya tidak merusak lingkungan hidup maupun alam sekitar tempat tinggal.

"Kurangilah penggunaan plastik sampai sekecil-kecilnya, sehingga lingkungan yang ada di Bantul tidak berserakan sampah-sampah nonorganik yang sulit diurai oleh tanah kita," katanya.

Sementara itu, Halim juga menyebut saat ini produksi sampah di Bantul rata rata 200 ton per hari, dari produksi sampah tersebut hanya sekitar 30 persen sekitar 60 ton sampah yang terangkut ke TPST yang di wilayah Kecamatan Piyungan.

Halim mengatakan, sedangkan sampah yang sekitar 70 persen tersebut tersebar ke mana-mana, sehingga memang hal itu menjadi komitmen bersama antara pemda bersama pegiat lingkungan agar sampah tidak menjadi masalah di kemudian hari. "Ini menjadi PR kita semua, bahwa tahun ini dan akan datang sampah ini harus berada di tempatnya, bukan semua tempat ada sampahnya. Karena itu ini jadi komitmen bersama," katanya.

 

 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES