Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Dinkes Yogyakarta: Remaja Putri Paling Rentan Virus Rubella

Rabu 19 Jul 2017 20:04 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah/ Red: Fernan Rahadi

Virus Rubella

Virus Rubella

Foto: spesialis-torch

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi yang menular melalui saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella. Virus ini pun telah menyebar di Yogyakarta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Yogyakarta, Vita Yulia mengatakan, sudah beberapa kali ditemukan masyarakat Yogya yang terpapar virus ini. "Beberapa di antaranya ditemukan di wilayah Danurejan," ujarnya dalam konferensi pers di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Rabu (19/7). 

Biasanya, lanjut Vita, orang yang terkena virus ini tidak merasakan gejala yang menonjol. Karena, virus ini hanya menunjukan gejala berupa ruam, itupun hanya muncul dalam sehari dua hari, setelah itu menghilang.

Namun meski ruamnya menghilang, sebenarnya virus Rubella tetap berada di dalam tubuh. Keberadaan virus ini pun hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan di laboratorium.

"Remaja putri merupakan yang paling rentan terpapar virus ini," kaya Vita. Setelah terpapar, maka remaja putri itu biasa disebut sebagai carrier.

Ia pun mengatakan, meski carrier tidak merasakan hal yang terlalu menyakitkan dalam tubuhnya, namun hal ini tetap harus diwaspadai karena memiliki dampak jangka panjang terhadap anak yang dilahirkan.

Carrier nantinya berpotensi untuk melahirkan anak yang mengalami Congenital Rubella Syndrome (CRS) atau kumpulan gejala Rubella yang diperoleh sejak lahir. 

Salah satu tanda bayi yang terkena CRS adalah bayi tersebut mengalami miktosefalus yang terlihat dari lingkar kepala yang lebih kecil dari ukuran normal. Otomatis, bayi mikrosefalus memiliki volume otak yang lebih kecil sehingga mengalami keterlambatan pertumbuhan. Selain itu bayi juga berpotensi mengalami katarak dan gangguan pendengaran.

Oleh karena itu, ia mendorong agar seluruh masyarkat Indonesia mengikuti Kampanye Pencegahan Campak dan Rubella yang digelar dengan memberikan vaksin melalui injeksi secara gratis. "Ini adalah hal yang sangat penting demi menciptakan generasi penerus yang sehat," ujarnya.

Campak dan Rubella sendiri merupakan penyakit yang sangat menular. Ia mengatakan, anak-anak dan remaja yang belum pernah diimunisasi Campak dan Rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit ini maka memiliki risiko tinggi untuk tertular.

Meski belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini, namun penyebarannya dapat dicegah dengan imunisasi vaksin Measles Rubella (MR). Vaksin ini merupakan vaksin yang dapat mencegah dua penyakit sekaligus.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA