Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Pantai Sambungo Ramai Dikunjungi Wisatawan Luar Sumbar

Jumat 30 Jun 2017 15:10 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Wisata Pantai (ilustrasi)

Wisata Pantai (ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, PAINAN -- Pantai Sambungo yang berlokasi di Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat dipadati ribuan wisatawan yang juga datang dari Provinsi Jambi, Bengkulu, dan Riau.

"Sejak libur Lebaran 2017 hingga saat ini Pantai Sambungo terus ramai dikunjungi ribuan wisatawan," kata Wali Nagari Sambungo, Sutoyo di Painan, Jumat (30/6).

Sebagai upaya memanjakan wisatawan, masyarakat setempat sengaja membentuk panitia perayaan libur Lebaran untuk menggelar berbagai kegiatan seperti hiburan dari artis ibukota hingga kesenian tradisional. "Selain dimanjakan dengan keelokan Pantai Sambungo yang berpasir putih lengkap dengan cemara laut, wisatawan juga bisa menikmati atraksi kuda lumping dan kesenian lainnya," kata dia.

Ia menyebutkan untuk memaksimalkan kegiatan panitia tidak hanya bekerja pada saat libur lebaran namun sudah melakukan persiapan beberapa pekan sebelumnya.

Selain memastikan lokasi dalam keadaan bersih, panitia juga membuat lokasi parkir kendaraan sehingga wisatawan nyaman menitipkan kendaraannya di lokasi parkir.

Nagari Sambungo merupakan daerah paling utara di kabupaten Pesisir Selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu.

Dari pusat Kecamatan Silaut Pantai Sambungo berjarak sekitar 30 kilometer. Pantai ini merupakan objek wisata andalan kecamatan setempat dan cukup diminati wisatawan bahkan pada pergantian tahun 2016-2017 terjadi kemacetan hingga tujuh kilometer.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Zefnihan menyebutkan beberapa pekan sebelum masuknya libur Lebaran pihak telah meminta seluruh camat di daerah itu untuk mengkoordinir pembenahan beberapa objek wisata yang tidak ditangani langsung oleh pemerintah kabupaten.

"Pesisir Selatan memiliki banyak objek wisata, karena berbagai keterbatasan sehingga pemerintah kabupaten tidak bisa menangani secara keseluruhan. Untuk itu kami telah meminta camat mengkoordinir masyarakatnya melakukan pembenahan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA