Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Gubernur Babel Prihatin Kasus Kehamilan Remaja yang Tinggi

Kamis 08 Jun 2017 22:46 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Remaja hamil (ilustrasi)

Remaja hamil (ilustrasi)

Foto: enca.com

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengaku kaget dan prihatin denngan tingginya kasus kehamilan remaja di Belitung Timur. Dia mengatakan diperlukan upaya bersama dan cepat untuk menyelamatkan generasi muda di daerah itu.

"Saya kaget mendengarkan laporan Camat Manggar bahwa kasus remaja hamil di luar nikah selama 2016 yang mencapai 350 kasus," kata Erzaldi saat memimpin rapat koordinasi optimalisasi anggaran dana desa yang dihadiri para camat se-Provinsi Kepulauan Babel di Pangkalpinang, Kamis (8/6).

Tidak hanya itu, Gubernur Babel mengatakan, kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di kalangan pelajar di Belitung juga tinggi. Korban tidak hanya ketergantungan obat-obatan itu tetapi telah merusak jaringan otaknya.

"Kasus pelajar hamil di luar nikah Januari hingga April tahun ini sudah tercatat 50 kasus. Bahkan ada siswa sekolah dasar di daerah itu hamil di luar nikah," katanya.

Selain itu, anak-anak yang menggunakan lem aibon dan obat-obatan terlarang lainnya sudah ada yang tidak waras.
"Ini harus segera ditangulangi dengan cepat. Jangan sampai generasi penerus bangsa ini rusak karena tidak adanya upaya bersama mencegahnya," ujarnya.

Untuk itu, dia meminta camat dan kepala desa untuk segera menyusun program guna menekan kasus hamil di luar nikah dan penggunaan obat-obat terlarang di kalangan remaja. "Kami berharap pemerintah kecamatan bersinergi dengan desa untuk segera menyusun program kerja dan setelah selesai segera laporkan, agar program ini cepat terealisasi untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh dan budaya yang tidak baik," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA