Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

80 Persen Ekosistem Padang Lamun di Indonesia Kurang Sehat

Rabu 07 Jun 2017 18:28 WIB

Rep: Kabul Astuti/ Red: Yudha Manggala P Putra

Padang Lamun

Padang Lamun

Foto: Smithsonian Ocean Portal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Walidata Lamun Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2017 mencatat status kondisi padang lamun di perairan Indonesia rata-rata dalam kondisi kurang bagus.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Dirhamsyah menerangkan lamun adalah tanaman berbunga yang hidup di perairan laut dangkal, atau lazim dikenal dengan istilah seagrass. Keberadaan lamun bermanfaat untuk mengurangi sedimentasi dan menjadi rumah bagi aneka biota laut.

Secara ekologis, keberadaan padang lamun menciptakan ruang bagi banyak organisme untuk berkembang dan berinteraksi, membentuk satu kesatuan ekosistem di perairan laut dangkal.

Secara umum, menurut Dirhamsyah, persentase tutupan lamun di Indonesia yang dihitung dari 166 stasiun pengamatan adalah 41,79 persen. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 200 tahun 2004, status padang lamun dengan tutupan 40 persen termasuk dalam kondisi kurang sehat.

"Dari keseluruhan lokasi yang divalidasi, hanya lima persen yang kondisinya sehat yaitu di Biak, Papua. Lokasi lainnya berada pada kondisi kurang sehat atau miskin. Bahkan, padang lamun yang berada di kawasan konservasi seperti Wakatobi dan Lombok juga kondisinya kurang sehat," kata Dirhamsyah, di Gedung LIPI Jakarta, Rabu (7/6).

Dirhamsyah menerangkan, penurunan kondisi padang lamun di Indonesia umumnya disebabkan oleh tekanan aktivitas manusia. Reklamasi pantai untuk lahan pembangunan pelabuhan, kawasan industri, dan permukiman berdampak langsung pada hilangnya habitat lamun.

Ia menambahkan, aktivitas perikanan yang tidak ramah juga dapat merusak ekosistem padang lamun. Tekanan lingkungan akibat pencemaran limbah rumah tangga, pertanian, dan limbah industri, serta sedimentasi menurunkan kualitas habitat yang berdampak pada penurunan kondisi padang lamun.

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi, Nurul Dhewani menuturkan, untuk memantau kondisi padang lamun di Indonesia, Tim Walidata Lamun melakukan perhitungan dan validasi padang lamun yang tersebar di 423 lokasi di seluruh Indonesia. Indonesia memiliki luasan padang lamun tertinggi.

"Informasi luasan padang lamun dapat memberikan indikasi kondisi dan potensi lamun secara menyeluruh. Jika terjadi penurunan, ini menunjukkan adanya tekanan atau ancaman pada ekosistem tersebut,"ujar Nurul Dhewani.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES