Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Para Relawan di Lokasi Longsor Ponorogo

Selasa 04 Apr 2017 19:52 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Yudha Manggala P Putra

Anggoota SAR gabungan mencari korban longsor yang menimbun Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (4/4)

Anggoota SAR gabungan mencari korban longsor yang menimbun Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (4/4)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO -- Bencana longsor menggerakan banyak orang untuk terlibat langsung, membantu mencari korban yang tertimbun longsoran Bukit Gede di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Ratusan relawan dari berbagai daerah berdatangan sejak hari pertama bencana itu terjadi pada Sabtu (1/4).

Di antaranya adalah Eko Susanto (34 tahun). Relawan dari tim SAR Majlis Tafsir Al Qur'an Yogyakarta itu tergerak untuk membantu melakukan pencarian korban di dusun Tangkil. Bersama 12 rekannya yang lain, Eko membaur bersama relawan lainnya di lokasi. Cukup alat-alat sederhana seperti cangkul, skop dan mesin pompa air yang di gunakannya.

"Ini bentuk dakwah kita, ada yang membutuhkan pertolongan, maka saya siap terjun kapanpun dimanapun," kata Eko saat ditemui Republika.co.id di lokasi pada Selasa (4/4) siang.

Meski telah beberpa kali terjun sebagai tim rescue pada bencana alam, namun dia menceritakan adanya kekhawatiran saat melakukan proses pencarian korban di lokasi yang tertimbun longsor di desa Banaran.

Kekhawatiran itu muncul, saat Eko melihat lokasi bencana yang dikelilingi perbukitan yang dapat sewaktu-waktu longsor. Sementara itu, anggota tim rescue dari Perhutani Malang, Nanang Wahyudi (37 tahun) mengungkapkan beratnya medan menjadi kendala proses evakuasi.

Meski begitu, jelas dia, relawan sudah melakukan pencarian dengan maksimal. Sedang Arif Saifudin (20 tahun) Relawan Baznas berharap korban dapat segera ditemukan. "Saya tak tega, bencana disini dahyat saya ingin terjun langsung," katanya.

Sementara itu, di posko pengungsian, personel Polisi Wanita dari Polres Ponorogo juga turut membantu memberikan trauma hilling kepada anak-anak dan warga korban selamat longsor.

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Suryo Sudarmadi mengungkapkan warga masih mengalami trauma pasca longsor menerjang pemukiman mereka. Dengan adanya pendekatan dan komunikasi yang dilakukan aparat kepolisian diharapkan mental warga kembali seperti sebelumnya.

Sementara itu di hari ke empat, tim tanggap gabungan tanggap darurat tak menemukan korban lainnga. Untuk diketahui dari 28 korban, baru tiga korban yang berhasil ditemukan.

Ketiganya ditemukan sudah tak bernyawa, tertimbun tanah longsor. Mereka adalah Katemi (65 tahun) Danu Setiawan (28 tahun) dan Sunadi (40 tahun). Sementara itu, korban selamat sebanyak 200 jiwa masih berada di posko pengungsian di kelurahan Banaran.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA