Friday, 18 Syawwal 1440 / 21 June 2019

Friday, 18 Syawwal 1440 / 21 June 2019

BNPT Bangun TPA dan Renovasi Masjid di Kampung Amrozi,

Rabu 29 Mar 2017 16:29 WIB

Red: Fernan Rahadi

BNPT

BNPT

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN -- Setelah membangun pesantren dan masjid Al Hidayah di Sumatera Utara, Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT) kembali melakukan hal serupa dengan membangun TPA Plus dan Renovasi Masjid Baitul Muttaqin di kampung bomber Bom Bali Amrozi cs, Desa Tenggulun, Kecamatan Solopuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. 

Peletakan batu pertama pembangunan itu dilakukan oleh Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius, Rabu (29/3). TPA Plus dan Masjid Baitul Muttaqin berada dalam naungan Yayasan Lingkar Perdamaian yang dipimpin adik Amrozi yang juga mantan kombatan, Ali Fauzi Manzi.

"Pembangunan ini merupakan wujud komitmen BNPT sekaligus membuktikan bahwa negara hadir di hulu masalah terorisme. Selama ini mungkin kami lebih fokus pada hard approach (penindakan), tapi sekarang kita urai masalah terorisme dari hulu sampai hilir. Semua kita gali variabel-variabel untuk mengurai masalah itu dengan melibatkan kelompok ahli yang expert di bidangnya masing-masing," ujar Komjen Suhardi Alius.

Komjen Suhardi Alius mengungkapkan, langkah BNPT yang hadir langsung ke masyarakat dan berinteraksi dengan mantan kombatan juga bukti pihaknya tidak membiarkan mantan-mantan kombatan setelah bebas dari masa tahanan. Begitu juga dengan keluarga dan anak-anak mereka. 

"Kami berharap anak-anak mantan terorisme dibawah binaan Yayasan Lingkar Perdamaian yang saat ini berjumlah 70 orang nantinya bisa menjadi anak yang berguna. Mari kita isi mereka dengan akhlak yang baik dan ilmu yang berguna. Saya juga telah minta bantuan Bupati Lamongan agar nanti kalau TPA Plus ini sudah jadi tiap seminggu atau dua minggu sekali mengirim guru untuk melihat kurikulum dan mengajarkan pelajaran cinta tanah air. Mudah-mudahan kami bisa mengurai masalah ini dengan baik demi untuk membangun masa depan bangsa yang damai dan sejahtera, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," papar Suhardi Alius.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA