Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Diduga Depresi, Korban Perkosaan Ini Gantung Diri

Rabu 29 Mar 2017 07:46 WIB

Rep: Djoko suceno/ Red: Andi Nur Aminah

Gantung diri (ilustrasi).

Gantung diri (ilustrasi).

Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Diduga mengalami depresi, LB (16 tahun) korban perkosaan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban ditemukan meninggal dunia Rabu (28/3) sekitar pukul 12.00 WIB. 

"Korban ditemukan gantung diri. Diduga korban menglami depresi atau stres setelah mengalami perkosaan," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs Yusri Yunus kepada para wartawan, Selasa (28/3).

Kasus perkosaan terhadap korban, Yusri mengatakan, telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA) Polrestabes Bandung. Bahkan, imbuh dia, tersangka pemerkosa, Jum (64) oknum satpam sudah ditahan di Polrestabes Bandung. Kasus pemerkosaan terhadap korban warga Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, terjadi Selasa (14/3) dilaporkan orangtua LB hari itu juga. Atas laporan tersebut, jajaran Polsek Panyiluekan melakukan penyidikan dan menangkap tersangka. "Tersangka hanya semalam ditahan di Polsek Panyileukan dan kemudian dilimpahkan ke Polrestabes Bandung," ujar dia.

Menurut Yusri, kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oknum satpam dengan modus korban diiming-imingi uang Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Polisi, kata dia, masih terus menyidik kasus ini untuk mengetahui lebih jelas tentang kasus perkosaan tersebut. Kasus pemerkosaan gadis di bawah umur ini kemudian ditangani Unit PPA Polrestabes Bandung. 

Saat proses penyidikan, pihak keluarga melaporkan ke penyidik bahwa ada seorang oknum wartawan yang hendak mewawancarai korban namun ditolak pihak keluarga. "Oknum wartawan tersebut dua kali mendatangi korban yaitu tanggal 24 dan 27 Maret. Keesokan harinya korban ditemukan gantung diri dan diduga mengalami depresi," kata dia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA