Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Lahan Kritis Terbesar NTB Berada di Bima

Senin 26 Dec 2016 19:12 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Dwi Murdaningsih

Sebuah mobil hanyut hingga tersangkut di komplek pemakaman pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (22/12).

Sebuah mobil hanyut hingga tersangkut di komplek pemakaman pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (22/12).

Foto: Antara/Ahmad Subaidi

REPUBLIKA.CO.ID, BIMA -- Luas lahan kritis terbesar di Provinsi NTB berada di Kabupaten Bima. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB Husnanidiaty Nurdin mengatakan secara keseluruhan, luas lahan kritis terbesar dengan kategori dari agak kritis sampai dengan sangat kritis ada di Kabupaten Bima yaitu seluas 161.256,53 Ha atau sekitar 27 persen dari luas lahan kritis di seluruh NTB.

Dia memaparkan, total lahan kritis di NTB mencapai 578.645,97 Ha, dengan rincian tingkat sangat kritis sekitar 23.218,61 Ha, kritis seluas 154.358,31 Ha, dan agak kritis sekitar 401.069,05 Ha. "Jangan ada lagi tanaman semusim di puncak atau punggung bukit," kata dia, kepada Republika di Bima, Senin (26/12).

Ia menambahkan, untuk lahan kritis di dalam kawasan hutan di NTB tercatat seluas 141.375,54 Ha dengan luasan terbesar juga berada di Kabupaten Bima sekitar 57.599,56 Ha atau 40,74 persen. Menurutnya, banjir bandang yang melanda Kota Bima ditengarai karena rusaknya kondisi hutan di wilayah ini. Menurutnya, satu-satunya cara untuk mencegah timbulnya bencana banjir bandang ialah dengan mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya.

"Tidak ada cara lain, tanam pohon dan cegah meluasnya perambah hutan," lanjutnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi juga angkat bicara soal rusaknya kondisi hutan saat ini. Ia bersama Pemerintah Kota Bima juga akan mengecek kesesuaian pembangunan dan tata ruang yang ditengarai menjadi penyebab timbulnya banjir bandang di Kota Bima.

"Kawasan-kawasan yang merupakan serapan, apakah masih terjaga atau tidak, dan kita mengamankan hutan kita," katanya di Masjid Baitul Hamid, Kota Bima, Senin (26/12).

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, di bagian atas sekitar Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, penggundulan hutan hampir merata. "Kondisi geografis Bima yang berada di muara dengan curah hujan yang sangat tinggi, dan ada penggundulan hutan yang masif sehingga daerah resapan itu habis," lanjutnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA