Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Ayah Pilot Hercules Belum Putuskan Lokasi Pemakaman

Ahad 18 Desember 2016 13:07 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pesawat Hercules AS

Pesawat Hercules AS

Foto: 1001crash.com

REPUBLIKA.CO.ID, BIAK -- Remon Hendrik Kawer, ayah dari Mayor Pnb Marlon Ardiles Kawer sang pilot pesawat Hercules yang jatuh di sekitar Gunung Lisuwa, Kampung Maima, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya, Papua belum memutuskan lokasi pemakaman anaknya.

"Saya belum tahu apakah dimakamkan di Biak atau di Malang, masih menunggu keputusan keluarga," kata Remon yang mengaku masih harus berkomunikasi dengan istri korban di Malang, Jawa Timur, ketika ditemui di lapangan Terbang Lanud STAB, Ahad siang (18/12).

 

Ia mengakui anak pertamanya yang tewas saat Hercules A1330 Hsa 334 jatuh itu telah mengabdi sebagai prajurit TNI AU sejak 2003 dengan pangkat Letnan dua. Disinggung tentang firasat apa yang ada sebelum anaknya itu tewas, Remon mengaku tidak ada sebab anaknya merupakan sosok prajurit TNI AU yang ceria dan senang bergaul dengan siapa pun di lingkungan tempat tugas.

 

"Selama almarhum bertugas di Lanud Abdurrahman Saleh Malang selalu rutin ke Biak," ujarnya.

 

Mayor Pnb Marlon Kawer menetap di Malang bersama istri dan dua anak yang masih balita. Selain sang pilot, 11 kru pesawat Hercules lainnya yakni Kapten J Hotian F Saragih (Penerbangan BR), Lettu Hanggo Fitradhi (Penerbangan II), Lettu Fajar Prayogo (Navigator I) dan Peltu Lukman Hakim (juru radio udara).

 

Berikutnya, Peltu Suyata (juru mesin udara I), Peltu Khusen (juru mesin udara II), Serma Khodori (juru mesin udara II), Peltu Agung (load master II), Serma Fatoni (load master I), Serda Suyanto (kru ekstra), dan Peltu Agung Tri (load master I). Sedangkan seorang penumpang pesawat Hercules itu yang juga tewas dilaporkan merupakan anggota TNI berpangkat perwira pertama dari Satuan Radar Saumlaki.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA