Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Kapal Tangker Meledak dan Terbakar di Batam

Rabu 16 Nov 2016 21:29 WIB

Red: Agus Yulianto

Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) dengan KN Rantos menyemprotkan air ke arah kapal tanker yang terbakar di pelabuhan rakyat, Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (16/11).

Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) dengan KN Rantos menyemprotkan air ke arah kapal tanker yang terbakar di pelabuhan rakyat, Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (16/11).

Foto: Antara/M N Kanwa

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Satu kapal tangker yang tengah bersandar di kawasan pelabuhan rakyat tidak jauh dari Pelabuhan Batuampar, Batam, Rabu siang (16/11), meledak dan terbakar. "Ledakannya sangat kuat sampai membuat kami tersentak, setelah itu asap membumbung tinggi," kata saksi mata, M Nur tidak jauh dari lokasi.

Akibat kuatnya ledakan tersebut, sempat ada satu orang terpental dan jatuh beberapa puluh meter dari lokasi dalam kondisi tidak bergerak lagi. "Habis ledakan api langsung besar. Kalau sepenglihatan saya ada tiga korban luka-luka, satu orang sepertinya meninggal. Tadi diangkut pakai mobil," katanya.

Setelah beberapa saat kejadian tersebut, Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) dengan KN Rantos menyemprotkan air ke arah kapal tangker yang terbakar.

Sejumlah mobil dari tim pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk mencoba memadamkan kobaran api dari sisi darat pelabuhan rakyat itu. Upaya pemadaman memerlukan waktu cukup lama karena api pada kapal tersebut besar.

Lokasi ledakan juga berdekatan dengan kawasan terpadu Harbour Bay yang di dalamnya terdapat pelabuhan melayani pelayaran domestik dan internasional, perhotelan, pertokoan, pusat perbelanjaan, restoran. "Orang-orang di Harbour Bay sempat panik. Karena terasa getaran dari ledakan itu," kata Eza, warga yang mengaku saat kejadian berada di kawasan Harbour Bay.

Kapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan, korban luka bernama Abdulah (42) asal Banten, mengalami luka ringan. Sementara korban atas nama Joko dan Wardi mengalami luka berat. "Tidak ada identitas pada korban meninggal," kata dia.

Menurut Kapolda, berdasarkan keterangan Syahbandar, kapal tersebut tidak memiliki dokumen lengkap dan beraktivitas secara ilegal.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA