Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Ridwan Kamil Bongkar Paksa Jembatan Penghalang Air Sungai Citepus

Selasa 15 Nov 2016 08:57 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengunggah sebuah video pembongkaran jembatan yang menghalangi aliran Sungai Citepus di akun Instagram pribadinya, Selasa (15/11).

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengunggah sebuah video pembongkaran jembatan yang menghalangi aliran Sungai Citepus di akun Instagram pribadinya, Selasa (15/11).

Foto: Instagram

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Walikota Bandung, Ridwan Kamil memimpin kegiatan pembongkaran paksa jembatan beton di atas sungai Citepus jalan Pagarsih, Selasa (15/11). Apabila ketinggian air naik maka alirannya terhalang oleh jembatan yang posisinya rendah sehingga mengakibatkan luapan ke jalan.

"Kita akan melakukan secara masif, pembongkaran akses bangunan yang (berdasarkan) hasil tim ahli ITB ditemukan juga ada beberapa jalan masuk (jembatan) yang mengambil setengah jalannya air. Mulai hari ini kita bongkar paksa," ujarnya usai mengecek proses pembongkaran jalan di jalan Pagarsih, Selasa (15/11).

Menurutnya, aliran air yang seharusnya berjalan 100 persen namun terhalang beton jembatan mengakibatkan air yang mengalir di Sungai Citepus menjadi lebih kecil sekitar 50 persen atau 2/3 aliran air. Di atas Sungai Citepus sendiri sebanyak 3 tempat yang akan dibongkar paksa.

Ia menuturkan, Pemerintah Kota Bandung juga sudah membuat surat edaran kepada seluruh warga yang menggunakan properti beton untuk akses (jembatan) menuju rumahnya agar dibongkar dalam waktu dekat. Serta diganti menggunakan besi yang lebih mudah untuk pengecekan.

"Karena seluruh Bandung, (pembongkaran) dilakukan sendiri (oleh warga). Pada daerah cukup urgen kita lakukan dengan tim dinas bina marga dan pengairan," ungkapnya.

Ridwan Kamil menambahkan banyaknya akses jalan diatas sungai yang menggunakan beton dikarenakan tidak ada panduan pembangunan. Sehingga, demi mencari aman orang dengan mudah membangun akses dengan beton.

"Dia tidak tahu konsekuensinya yang membuat posisinya rendah. Air mah akan mencari jalan harusnya 100 persen wadah menjadi 50 persen dan 50 persennya lompat. Kita bongkar paksa," ungkapnya.

Ia mengatakan akses jalan (jembatan) di atas sungai atau gorong-gorong yang menggunakan beton jumlahnya sangat banyak termasuk di daerah Pasteur.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA