Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sentra Batik Plalangan Dikukuhkan

Kamis 29 Sep 2016 16:53 WIB

Rep: Rizma Riyandi/ Red: Yudha Manggala P Putra

Batik dengan pewarna alami dari pohon bakau

Batik dengan pewarna alami dari pohon bakau

Foto: nfitriah.blogspot.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Guna meningkatkan kelembagaan usaha kerajinan batik, Pemkab Sleman mengukuhkan Sentra Batik Plalangan, Pandowoharjo, Kamis (29/9). Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan, pengukuhan sentra ini sejalan dengan berlangsungnya program pengembangan pewarna batik alami.

“Disperindakop (Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi) dan perguruan tinggi di Sleman tengah mengembangkan batik pewarna alami. Saya harap adanya sentra ini bisa mendukung usaha tersebut,” ujar Sri saat membuka pengukuhan Sentra Batik Plalangan.

Menurutnya pengembangan bahan pewarna alami merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam menjaga kelestarian alam. Pasalnya pewarna alami lebih ramah lingkungan dan tidak memiliki daya rusak pada lingkungan.

Oleh karena itu, saat ini Pemkab Sleman pun tengah mengupayakan peralihan dari batik pewarna sintetis ke batik pewarna alami. Sri mengakui, pewarna batik alami seperti tanaman indigo dan daun bambu yang sudah kering mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Adapun hambatan penggunaan bahan alami terbentur pada ketersediaan bahan baku. Selain itu harganya juga jauh lebih tinggi dari pewarna sintetis. Warna yang dihasilkan pewarna alami juga tidak sekuat pewarna sintetis.

Namun demikian, Sri menilai, hal tersebut tidak menjadi masalah. Pasalnya pewarna alami memiliki daya tarik tersendiri seiring dengan berkembangnya ragam batik di Indonesia. “Melalui penelitian dan uji coba, ke depan pewarna alami akan terus berkembang dan dapat bersaing dengan pewarna sintetis,” paparnya.

Ia berharap, Sentra Batik Plalangan dapat meningkatkan dan mengembangkan potensi batik di wilayah setempat, terutama brand Ayu Arimbi sebagai produk unggulan. Sehingga kemandirian perekonomian warga dapat semakin meningkat.

Kepala Sentra Batik Plalangan, Jamaludin mengatakan, produksi batik Ayu Arimbi Plalangan berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Bebekal pelatihan membatik dari Disperindagkop Kabupaten Sleman muncul inisiatif untuk merekrut ibu-ibu rumah tangga pra sejahtera di Dusun Plalangan dalam proses produksi batik.

Alhamdulillah seiring berjalannya waktu batik Plalangan semakin banyak order sehingga mampu mengangkat ekonomi warga kami yang kurang mampu”, jelas Jamaludin.

Jamaludin menambahkan, Sentra Batik Plalangan akan mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pengembangan pewarna alami. Meskipun bahan bakunya masih sulit didapatkan. Meski demikian, ia yakin ke depannya pewarna alami dapat bersaing dengan bahan pewarna sintetis. ”Kami berharap dengan pengembangan warna alami yang dilakukan lambat laun pewarna sintetis dapat ditinggalkan,” kata Jamaludin.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA