Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Festival Layang-Layang Promosikan Wisata Tasikmalaya

Kamis 01 Sep 2016 04:44 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

 Seorang peserta berusaha menerbangkan layang-layang saat Surabaya International Kite Festival 2016 di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (24/7). (Republika/M Risyal Hidayat)

Seorang peserta berusaha menerbangkan layang-layang saat Surabaya International Kite Festival 2016 di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (24/7). (Republika/M Risyal Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menyatakan agenda tahunan Festival Layang-layang 2016 di Pantai Cipatujah merupakan upaya mempromosikan wisata bahari di Tasikmalaya, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Kita sedang mengenalkan wisata bahari di Kabupaten Tasikmalaya," kata Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum usai menghadiri Festival Layang-layang Cipatujah, Rabu (31/8).

Ia menuturkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan berbagai upaya untuk mengenalkan secara luas potensi objek wisata di sepanjang pantai selatan Tasikmalaya.

Ia menyebutkan potensi wisata pantai di Tasikmalaya yakni selain Cipatujah ada Karataulan, Cimanuk dan Pamayang dengan memiliki keindahan dan keungulannya masing-masing. "Diharapkan dengan kegiatan ini bisa meningkatkan kunjungan wisata," katanya.

Ia menambahkan manfaat mengembangkan potensi wisata Tasikmalaya yaitu mampu memberikan dampak menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Seperti diselenggarakannya festival itu, kata Uu, telah menghadirkan banyak pengunjung, kemudian menginap dan membelanjakan uangnya di kawasan wisata. "Tentunya akan menambah daya beli masyarakat di pesisir pantai," katanya.

Festival Layang-layang 2016 menerbangkan 40 layang-layang beraneka ragam bentuk dan ukuran seperti bentuk ikan, lengkung pelangi, kupu-kupu dan layangan terpanjang.

Kegiatan itu dimeriahkan juga dengan agenda kirab budaya yang diikuti oleh para seniman Tasikmalaya, kemudian menggelar balapan munding atau karapan kerbau dan helaran budaya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA