Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Sukabumi Perbaiki Ratusan Ruang Kelas Rusak

Kamis 18 Aug 2016 02:35 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang penjaga membenahi ruang kelas yang rusak di SD Negeri Suka Asih komplek Suka Asih, Kota Bandung, Rabu (4/3).  (foto : Septianjar Muharam)

Seorang penjaga membenahi ruang kelas yang rusak di SD Negeri Suka Asih komplek Suka Asih, Kota Bandung, Rabu (4/3). (foto : Septianjar Muharam)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemkab Sukabumi berupaya memperbaiki ratusan ruang kelas sekolah yang mengalami kerusakan. Namun, upaya perbaikan tersebut dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran. "Upaya perbaikan ruang kelas rusak dilakukan rutin setiap tahun," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Maman Abdurahman kepada wartawan Rabu (17/8).

Targetnya, jumlah ruangan kelas yang rusak mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Pada 2016 ini jumlah ruangan kelas yang diperbaiki mencapai sebanyak 172 unit. Padahal, jumlah total ruang kelas yang mengalami kerusakan di Sukabumi mencapai 878 unit.

Fakta tersebut lanjut Maman menunjukkan, belum semua ruangan kelas rusak dapat diperbaiki. Pasalnya, upaya  tersebut masih terbentur pada masalah pendanaan yang dimiliki pemerintah daerah. Selama ini dana perbaikan bersal dari pemkab, provinsi maupun pemerintah pusat.Oleh karena itu kata Maman, diperlukan keterlibatan sejumlah elemen masyarakat lainnya dalam pembangunan pendidikan. Misalnya dengan adanya bantuan dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan yang ada di Sukabumi.

Ratusan unit ruangan kelas yang rusak tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Terutama, berada di selatan Sukabumi yang berada di pelosok wilayah. Contoh terbaru terang dia yakni bangunan sekolah dasar (SD) di Kecamatan Curug Kembar yang mengalami kerusakan akibat bencana pergerakan tanah. Dalam kasus tersebut pemkab berupaya agar para siswa tetap dapat belajar meskipun dalam kondisi keterbatasan.

Kini, sebagian pelajar terpaksa belajar di tenda darurat karena lokasi sekolahnya berada di daerah rawan pergerakan tanah. Data Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, sebanyak 103 pelajar SD Negeri Babakan Mindi, Desa Nagrakjaya terkena dampak bencana pergerakan tanah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA