Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Markas Satpol PP Kota Bandung Diserang Ratusan PKL

Jumat 01 Jul 2016 19:46 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Angga Indrawan

Satpol PP Kota Bandung.

Satpol PP Kota Bandung.

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ratusan pedagang kaki lima (PKL) menyerang Markas Komando (Mako) 2 Satpol PP Kota Bandung  yang berada di Jalan Dalem Kaum, Jumat (1/7) sore. Penyerangan ini mengakibatkan kantor Satpol PP rusak dan tiga orang luka.

Saksi mata yang juga Koordinator Satlinmas Kota Bandung Wagiyo S mengatakan massa yang menyerang merupakan PKL yang berjualan di Jalan Kepatihan dan Dalem Kaum. Sekitar pukul 15.45 WIB, ujarnya, ratusan PKL bergerak dari Jalan Kepatihan dan Dewi Sartika. Begitu tiba di Jalan Dalem Kaum mereka langsung menyerang markas Satpol PP dengan melempari batu dan helm.

"Mereka datang membawa batu dan melempari markas satpol. Mereka juga melempari anggota satpol dan linmas," katanya di lokasi kejadian.

Ia menduga amukan massa PKL ini berawal dari penertiban yang dilakukan sebelumnya petugas Satpol PP. Pada pagi dan siang hari tadi, petugas Satpol PP melakukan penertiban di kawasan tersebut.

"Ada barang yang diamankan oleh tugas. Mereka  tidak suka," ujarnya.

Akibat dari penyerangan ini tiga orang mengalami luka akibat lemparan batu. Mereka adalah anggota satpol yakni Toni, Endang dan Ahmad. "Mereka luka luka karena terkena lemparan batu dan dikeroyok oleh massa. Sekarang sudah dibawa di RS Muhammadiyah," ucapnya.

Sementara itu seorang PKL yang ikut menyerang, Sony, mengatakan dirinya dan rekannya tidak terima dengan perlakuan Satpol PP Selama ini. Sony menceritakan, awal kejadian bermula saat penertiban yang di lakukan Satpol PP pagi hari tadi.

Usai kejadian, markas satpol PP tampak berantakan. Batu-batu berserakan serta kaca jendela pecah. Lokasi telah diamankan oleh aparat kepolisian.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA