Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Ratusan Tabung Gas Oplosan Disita di Sungailiat

Kamis 23 Jun 2016 21:03 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Gas ukuran 3 kg alias gas melon.

Gas ukuran 3 kg alias gas melon.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, SUNGAILIAT -- Kepolisian Sektor Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyita ratusan tabung gas elpiji subsidi oplosan dalam penggrebekan gudang yang digunakan untuk mengoplos tabung tiga kilogram ke 12 kilogram di Jalan Laut Sungailiat.

"Kami hanya berhasil mengamankan ratusan tabung gas, sementara pemilik dan pekerja melarikan diri," kata Kapolsek Sungailiat, AKP Samsul Bagja di Sungailiat, Kamis (23/6).

Ia menjelaskan pengoplosan gas elpiji ini terungkap, berkat informasi dari pemerintah kabupaten dan masyarakat yang menduga ada praktik pengoplosan gas di gudang penyimpanan gas elpiji milik Ayung (30).

"Dalam pengerebekan tersebut, ditemukan dua orang pekerja yang sedang memindahkan isi tabung gas tiga kilogram ke tabung 12 kilogram dan pekerja itu berhasil melarikan diri dengan cara memanjat dinding gudang," ujarnya.

Ia mengatakan identitas pemilik gudang dan dua pekerja mengoplos gas elpiji sudah diketahui. "Saat ini kami sedang melakukan pengejaran dua pengoplos gas tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.

Ia menegaskan pelaku pengoplos gas elpiji akan ditindak tegas sesuai hukum berlaku, agar mereka jera dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat.

"Perbuatan pelaku dapat mengakibatkan kelangkaan gas elpiji yang disubsidi pemerintah, membahayakan keselamatan orang lain karena berpotensi meledak," ujarnya.

Menurut dia aksi pengoplosan yang dilakukan para pelaku dengan cara sederhana tetapi sangat berbahaya karena memiliki potensi menyebabkan ledakan. "Ini berbahaya sekali karena pada saat proses mengoplos gas itu, berpotensi menyebabkan ledakan tinggi yang membahayakan keselamatan orang lain," ujarnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA