Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Astaga, Balita Tewas Tenggelam di Pembuangan Air Bekas Cucian

Sabtu 16 Jan 2016 08:11 WIB

Rep: Lilis Handayani/ Red: Bilal Ramadhan

Balita tewas (ilustrasi)

Balita tewas (ilustrasi)

Foto: zonaberita.com

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Para orang tua yang memiliki anak balita tak boleh lengah mengawasi anak-anak mereka. Di Kabupaten Indramayu, seorang balita yang terlepas dari pengawasan orang tuanya tewas tenggelam di tempat pembungan air bekas cucian milik kakeknya.

Korban bernama Riski Febri Yanu Bin Sutarno (3 tahun), warga RT 18 RW 04 Blok Gaes, Desa Tenajar Kidul, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. Dia ditemukan tewas mengapung di tempat pembuangan air bekas cucian dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter dan diameter kurang lebih satu meter, Kamis (14/1) sekitar pukul 14.00 WIB.

''Tempat pembuangan air bekas cucian itu hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari rumah korban,'' ujar Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko melalui Kapolsek Sukagumiwang, Kompol Agus, Jumat (15/1).

Agus menjelaskan, peristiwa itu bermula dari kehilangan yang dirasakan pihak keluarga karena tak mendapati korban di dalam rumah, Kamis (14/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Pasalnya, korban biasanya hanya bermain di dalam rumah.

Keluarga korban pun terus berusaha mencari ke berbagai lokasi. Selang dua jam kemudian, ibu korban, Api dan nenek korban, Kasih, melihat korban sudah dalam keadaan terapung di tempat pembuangan air bekas cucian.

Lokasi yang hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari rumah korban itu milik Buntorih (60), yang tak lain adalah kakek korban. Melihat hal tersebut, ibu dan nenek korban langsung berteriak meminta pertolongan warga. Mendengar teriakan mereka, warga pun langsung berdatangan dan membantu mengangkat korban dari kubangan air tersebut.

''Pihak keluarga menyadari bahwa kejadian tersebut murni musibah sehingga mereka menolak untuk dilakukan outopsi terhadap korban,'' kata Agus.

Setelah dipastikan tidak ditemukan bekas tanda kekerasan oleh petugas  di Puskesmas Kertasemaya, jenazah korban pun diserahkan kepada keluarganya. Korban kemudian dimakamkan di TPU desa setempat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA