Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Minat Warga Semarang Kuliah di Luar Negeri Rendah

Selasa 17 Nov 2015 21:45 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yudha Manggala P Putra

Lulus kuliah (ilustrasi)

Lulus kuliah (ilustrasi)

Foto: guardian

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Peluang kuliah di luar negeri --saat ini—kian terbuka dengan berbagai kemudahan aksesnya. Hanya saja peluang ini belum banyak dimanfaatkan oleh kalangan pelajar dan mahasiswa di Kota Semarang.

 

Direktur Alfalink Imam P Santoso MCom mengatakan, untuk ukuran ibu kota provinsi, Kota Semarang boleh dibilang masih rendah dalam memanfaatkan peluang dan kesempatan untuk kuliah di luar negeri.

 

“Jumlah warganya yang kuliah di luar negeri, hanya sekitar 30 orang per tahun,” ungkap Imam di sela International Edu Fair 2015, yang dihelat di kampus Unissula Semarang, Selasa (17/11).

 

Jumlah ini, katanya, masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan pemanfaatan akses dan kesempatan untuk berkuliah di luar negeri warga Kota Jakarta, yang jumlahnya mencapai angka 800 orang per tahun.

 

Ia menambahkan, tingkat kesulitan untuk dapat kuliah di luar negeri dahulu dan  saat ini hampir sama. Yang membedakan, kini semakin sangat terbantu oleh kecanggihan teknologi informasi.

 

Selain itu juga peluang beasiswa belajar di luar negeri juga semakin terbuka serta semakin banyaknya alumni mahasiswa lulusan luar negeri serta lembaga pendidikan yang memberi akses informasi.

 

“Seharusnya, peluang- peluang dan kesempatan ini kian mempermudah akses pelajar atau mahasiswa Kota Semarang yang ingin belajar atau melanjutkan studinya ke luar negeri,” tambahnya.

 

Sebab, tambahnya, Indonesia punya sumber daya manusia (SDM) yang luar biasa untuk ditingkatkan kualitasnya. Namun belum semuanya bisa dimaksimalkan dari segi sentuhan pendidikannya.

 

Meski peluang kuliah di luar negeri begitu terbuka namun masih sedikit yang berminat untuk memanfaatkannya. Padahal ada banyak fasilitas kemudahan yang bisa dimanfaatkan. “Misalnya dari segi pendanaan dari pemerintah seperti LPDP Dikti sehingga sangat disayangkan jika tidak dimaksimalkan,” tegas Imam.

 

Ia juga menyampaikan, tempat kuliah di luar negeri yang saat ini menjadi destinasi favorit orang Indonesia adalah Australia, negeri Paman Sam Amerika, Singapura dan UK (red; Inggris).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA