Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Peserta Kongres PHDI Sepakat Teluk Benoa Direvitalisasi

Sabtu 24 Oct 2015 19:46 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Masyarakat mendukung revitalisasi Teluk Benoa

Masyarakat mendukung revitalisasi Teluk Benoa

Foto: dok pri

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat I Ketut Wiana menyatakan dari pembicaraan informal di antara para peserta Kongres PHDI menyepakati kawasan Teluk Benoa di Bali perlu direvitalisasi. 

Kesepakatan ini selanjutnya akan dibahas di Kongres PHDI untuk disahkan menjadi hasil rekomendasi. "Kita sepakat tidak akan mengutak-atik rencana revitalisasi Teluk Benoa, biar pemerintah saat ini fokus bekerja memproses Amdal. Tapi, sebagian besar para pendeta, secara informal, sudah setuju dengan rencana revitalisasi Teluk Benoa," kata Ketut Wiana dalam keterangan persnya, Sabtu (24/10).

Ketut Wiana berharap kesepakatan secara informal itu bisa dilanjutkan dalam pembahasan di kongres untuk menjadi hasil rekomendasi. "Revitalisasi ini kan untuk memperbaiki lingkungan, kalau tidak diperbaiki berarti ingin Teluk Benoa rusak," katanya.

Ketut Wiana juga menjelaskan, di kawasan Teluk Benoa ada pura yang terletak di Pulau Pudut. Sehingga kawasan tersebut pun oleh masyarakat Bali dianggap sebagai tempat suci. 

Namun, lanjut dia, bukan berarti kawasan tersebut tidak boleh dilakukan pembangunan untuk revitalisasi. Pasalnya, kata dia, bila tidak dilakukan revitalisasi di Teluk Benoa, pulau Pudut terancam kelestariannya, mengingat rusaknya lingkungan di Teluk Benoa.

"Teluk Benoa memang kawasan suci. Bukan hanya di situ, seluruh tempat di Bali itu tempat suci. Tapi bukan berarti pembangunan tidak boleh masuk. Pembangunan tetap boleh asal tidak melanggar darma. Apalagi, revitalisasi ini demi memperbaiki dan menjaga lingkungan," katanya.

Ketut Wiana pun mensinyalir adanya penolakan terhadap revitalisasi Teluk Benoa tak lepas dari kepentingan asing. "Kemungkinan adanya penolakan terhadap revitalisasi Teluk Benoa ini datangnya dari luar negeri, meraka takut disaingi, terutama Singapura dan Malaysia. Mereka ingin revitalisasi di Teluk Benoa batal, biar tidak ada saingan. Saya lihat nampaknya seperti itu," kata Ketut Wiana.

(baca juga: ForBALI Tolak Klaim PHDI Terkait Revitalisasi Teluk Benua)

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA