Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

KA Lodaya Anjlok di Tasikmalaya

Senin 05 Oct 2015 12:09 WIB

Rep: C10/ Red: Indira Rezkisari

Police Line

Police Line

Foto: [ist]

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kereta Api Lodaya jurusan Solo Balapan-Bandung anjlok di KM 244 + 5/6, tepatnya di wilayah Kampung Terung, Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Kereta tersebut membawa 439 penumpang dari arah Solo menuju Bandung.

Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) II, Zunerfin mengatakan, kereta Lodaya tersebut anjlok pada Senin (5/10) pukul 01.56 WIB dini hari. Kereta tersebut membawa 10 gerbong ditambah satu lokomotif sebagai penariknya. Ada tiga gerbong yang anjlok dari rel. Yakni gerbong tujuh, delapan dan sembilan. Sementara gerbong kesepuluh paling belakang tidak ikut anjlok.

"Beruntung 439 penumpang di dalam kereta tersebut tidak ada yang terluka," kata Zunerfin kepada Republika.co.id di lokasi kejadian usai meninjau rel kereta yang sedang dibetulkan, Senin (5/10).

Lokasi anjloknya kereta sangat jauh dari jalan raya, berada di tengah perkebunan. Jadi akan sulit jika mengevakuasi penumpang menggunakan kendaraan roda empat. Zunerfin menjelaskan, pihak PT KAI langsung mengevakusi penumpang kereta tersebut dengan cara melepas gerbong yang anjlok.

Ia melanjutkan penjelasannya, jadi gerbong satu sampai enam dapat segera melanjutkan perjalanan setelah gerbong yang anjlok dilepas. Sementara gerbong kereta tujuh, delapan dan sembilan yang anjlok baru dapat dievakuasi pada pukul 09.45 WIB. Baru pada pukul 10.30 rel kereta dapat dilalui kembali.

Terkait penyebab KA Lodaya anjlok dari rel, Zunerfin menerangkan pihak PT KAI masih melakukan penyidikan untuk mengetahui penyebabnya. Namun menurutnya memang banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya.

"Jalur rel yang menikung dan sedikit menanjak bisa jadi penyebabnya," ujar Zunerfin.

Akibat kejadian tersebut ada beberapa kereta dari arah timur yang dialihkan jalurnya. Pengalihan dilakukan di Banjar ke arah utara menuju jalur Cirebon. Selain itu KA Turangga dari Tasikmalaya menuju Bandung untuk sementara tidak dapat melanjutkan perjalanan sampai rel dipastikan dapat dilalui kembali. Sehingga penumpang KA Turangga berangkat dari Tasikmalaya ke Bandung dengan menggunakan mobil bis.

Sebelumnya, Zunerfin mengatakan di wilayah Daop II ada tiga titik rawan yang mungkin menimbulkan rintangan jalan. Tiga titik tersebut di daerah Ciganea Kabupaten Purwakarta, Bumiwaluya Kabupaten Garut dan di kilometer 76 antara Cianjur dan Cibeber. Ia menjelaskan, di tiga titik tersebut rawan terjadi pergerakan tanah. Namun untuk rel yang berada di wilayah Kampung Terung, pihaknya masih menyelidiki penyebab anjloknya kereta.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES