Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Potensi Alam Tinggi Buat Komoditas Batanghari Lebih Kompetitif

Senin 28 Sep 2015 19:43 WIB

Red: Hazliansyah

Camelia Puji Astuti (kanan)

Camelia Puji Astuti (kanan)

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Batanghari merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang memiliki kekayaan alam tinggi. Jaraknya yang dekat dengan ibu kota Provinsi Jambi, membuat komoditas dari daerah ini lebih kompetitif dibanding komoditas sejenis dari daerah lain.

Camelia Puji Astuti, calon bupati Batanghari mengajak seluruh pihak untuk sama-sama menjaga potensi alam yang ada dan menggunakannya secara bijak agar tetap memberi hasil yang berkelanjutan.

"Keberlanjutan lingkungan akan mendukung keberlanjutan ekonomi demi kehidupan anak-anak kita di masa depan,“ kata salah satu calon kandidat Bupat Batanghari, Jambi, Camelia Puji Astuti saat berkunjung ke rumah-rumah warga di wilayah Batanghari, Jambi, Ahad, (27/9).

Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh pihak akan membuat tujuan tersebut tercapai.

"Semua pemangku kepentingan di Batanghari seperti warga, pemerintah, pengusaha serta industri, dan kelompok-kelompok penggerak masyarakat harus mempunyai kesepakatan dan kemauan untuk merawat Batanghari," katanya.

Lokasi geografis Batanghari memang memperlihatkan potensi yang besar untuk memasok komoditas pertanian. Sebagian besar wilayah Kabupaten Batanghari berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai. Batanghari dilalui oleh dua sungai besar, yaitu Batang Tembesi dan Sungai Batanghari, termasuk di wilayah sungai  seperti Sungai Dangun Bangko, Sungai Kayu Aro, Sungai Rengas, Sungai Lingkar, Sungai Kejasung Besar, Sungai Jebak.

Batanghari juga memiliki banyak anak sungai kecil yang tersebar merata di berbagai tempat seperti Sungai Singoan, Sungai Bernai, Sungai Mersam, Sungai Bulian, Sungai Kandang, Sungai Aur, Sungai Bacang dan lain-lain.

“Tentu ini memperlihatkan bahwa Batanghari merupakan wilayah yang kaya akan air. Ini anugerah dari Tuhan yang harus dirawat. Tanpa sungai–sungai tersebut, komoditas pertanian unggulan Batanghari belum tentu memiliki keunggulan komparatif,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (28/9).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA