Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Demiz Nilai Perbup Larangan Pacaran Rawan Dimanfaatkan

Kamis 17 Sep 2015 22:53 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bayu Hermawan

Dedi Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat

Dedi Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat

Foto: Agung Supriyanto/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 70/2005 tentang Desa Berbudaya yang di dalamnya mengatur larangan berpacaran yang dibuat oleh Bupati Puwakarta, dinilai baik.

Namun, Plh Gubernur Jabar Deddy Mizwar menilai Perbup itu rawan dimanfaatkan. "Bisa terjadi ini dimanfaatkan, kalau beda agama harus dikawinkan gimana," ujarnya, Kamis (17/9).

Menurut pria yang akrab disapa Demiz, hal lain yang rawan dimanfaatkan adalah bisa jadi masyarakat tersebut terpkasa dikawinkan lalu bercerai. Jadi, rawan perceraian. Oleh karena itu, kalau Perbup ini diajukan ke Pemprov Jabar, Ia akan merevisinya.

"Harusnya yang pertama merevisi dan kritisi DPRD nya," katanya.

Demiz menambahkan, sebenarnya walaupun tak direvisi oleh Pemprov Jabar tapi  bertentangan dengan Undang-undang di atasnya gugur dengan sendirinya. Walaupun Pemkab Purwakarta ditargetkan bisa diterapkan Oktober, tapi hal tersebut belum tentu terealisasi.

"Ide boleh-boleh saja. Tujuannya bagus tapi belum di pikirkan dampaknya," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES