Selasa, 15 Syawwal 1440 / 18 Juni 2019

Selasa, 15 Syawwal 1440 / 18 Juni 2019

Dikepung Kabut Asap, Pemkot Jambi Liburkan Sekolah

Senin 31 Agu 2015 14:32 WIB

Rep: C07/ Red: Bayu Hermawan

Kabut asap (ilustrasi)

Kabut asap (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebanyak 1.438 titik api kepung Sumatera dan Kalimantan. Titik api dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan terus bertambah.

Kondisi demikian menyebabkan jarak pandang pendek dan kualitas udara memburuk. Jarak pandang di Kota Jambi hanya 500 meter akibat pekatnya asap.

Akibatnya, Pemerintah Kota Jambi kembali meliburkan sekolah pada Senin (31-8-2015) untuk jenjang TK/PAUD, SD, SMA/SMK dan madrasah/sederajat, baik negeri maupun swasta karena indeks standar pencemaran udara yang tidak sehat.

Pemerintah Kota Jambi juga menggelar sholat Istiqo di lapangan Kantor Walikota Jambi. Sedangkan jarak pandang di Pekanbaru 1 km, Pelalawan 800 meter, dan Rengat 2 km. Penderita ISPA di Sumsel tercatat 24.824 jiwa dan di Riau 1.228 jiwa.

Berdasarkan data BMKG dari pantauan Satelit Modis (Terra dan Aqua) pada Senin (31/8) sekitar pukul 05.00 WIB  terdapat 1.438 hotspot yaitu di Sumatera 1.006 hotspot dan di Kalimantan 432 hotspot.

"Dari 1.006 hostpot di Sumatera tersebar di Sumsel 354, Sumbar 8, Riau 219, Lampung 13, Babel 88, Jambi 320, dan Bengkulu 3. Sedangkan di Kalimantan tersebar di Kalbar 80, Kalsel 54, Kalteng 298, Kaltim 18, dan Kaltara 2," rinci Sutopo dalam siaran persnya, Senin (31/8).

Upaya penanggulangan kebakaran terus dilakukan di darat dan di udara.  Ancaman kebakaran hutan dan lahan terus meningkat hingga November 2015.

Cuaca makin kering dan hujan akan semakin kecil sehingga potensi terbakar akan makin besar. Pola hotspot di Sumatera dan Kalimantan mencapai puncak pada September-Oktober. Upaya pencegahan lebih efektif dibandingkan pemadaman.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA