Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Lhokseumawe

Sabtu 29 Aug 2015 19:32 WIB

Red: Bayu Hermawan

Kabut asap. Ilustrasi

Kabut asap. Ilustrasi

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, LHOKSEUMAWE -- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera, mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh. Akibatnya pesawat Garuda Indonesia rute Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara ke Bandara Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh tidak terbang.

Jarak pandang yang tidak sesuai standar penerbangan membuat Garuda Indonesia memutuskan untuk tidak terbang ke Lhokseumawe dan penumpang yang sudah membeli tiket akan difasilitasi perjalanan melalui jalur darat.

"Kita tidak mau mengambil resiko, akibat jarak pandang yang terbatas dan kita memutuskan untuk tidak melakukan penerbangan ke Lhokseumawe. Kita tunggu sampai situasinya normal kembali" ujar Station Manager Garuda Indonesia Lhokseumawe, Hardiansyah di Lhokseumawe, Sabtu (29/8).

Hardiansyah mengatakan, pesawat seharusnya berangkat pukul 09.55 WIB dari Kuala Namun ke ke Lhokseumawe. Akan tetapi karena kabut asap membahayakan penerbangan, pihak maskapai memutuskan untuk tidak terbang.

Mengenai penumpang yang sudah membeli tiket, pihak maskapai akan memfasilitasi perjalanan melalui darat, kalaupun Minggu (30/8) situasinya sudah normal maka penerbangan dilanjutkan kembali.

"Untuk berapa lama harus menunggu, kita tidak bisa pastikan karena ini menyangkut masalah bencana. Kita tunggu saja sampai situasinya normal kembali," tutur Hardiansyah.

Sementara itu, Kepala Seksi Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang Zakaria mengatakan, kabut asap di Lhokseumawe memang sudah menganggu penerbangan dan jarak pandangnya terbatas.

Zakaria menambahkan, untuk Lhokseumawe jarak pandangnya hanya 3 kilometer, Meulaboh 10 kilometer, Banda Aceh 5 kilometer dan Sabang 4 kilometer, sehingga menyebabkan kabut.

"Kita memprediksikan kabut asap ini bisa bertambah, karena menurut pantauan satelit untuk wilayah Sumatera bagian Selatan belum ada tampak turunnya hujan, sehingga kabut asap ini bisa semakin bertambah karena arah angin menuju Aceh," ujar Zakaria.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA