Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Kabut Asap Selimuti Sumbar, Kualitas Udara Memburuk

Jumat 28 Aug 2015 18:20 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Bayu Hermawan

Kabut asap

Kabut asap

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kebakaran lahan gambut yang terjadi jalan lintas timur (jalintim) Palembang - Ogan Ilir berimbas menyelimuti provinsi tetangga, seperti Sumatra Barat (Sumbar).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Padang menerangkan, saat ini kualitas udara di Sumbar memburuk akibat kabut asap. Bahkan, jarak pandang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mulai menurun.

"Jarak pandang di BIM hanya berkisar 2.000-3.000 meter. Padahal idealnya 10 ribu meter," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang, Budi Samiadji, Jumat (28/8).

Selain itu, berdasarkan pantauan dan laporan sejumlah daerah, kabut asap cukup pekat menyelimuti Sumatra Barat. Ia melanjutkan, saat ini terdeteksi sejumlah titik panas di selatan Sumatra Barat. Ia menjelaskan, pergerakan partikel pun terpantau jelas dari selatan menuju utara.

"Potensi hujan di Sumatra Barat masih tinggi. Tapi di wilayah selatan masih cukup kering," ujarnya.

Sementara itu, Staff Observasi dan Informasi Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang BMKG, Albert menuturkan, kualitas udara di Sumbar kembali menurun menjadi sedang pada Jumat ini.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Stasiun GAW BMKG Kototabang, tingkat konsentrasi aerosol atau partikel debu (PM10) mencapai 98 mikrogram per meter kubik. Angka ini, lanjutnya, termasuk dalam kategori sedang.

Menurut Albert, penyebab kabut asap yang menyelimuti Sumbar, karena kebakaran hutan dan lahan di Jambi dan Sumatra Selatan. Kabut asap yang bersumber dari titik panas itu, lanjutnya, terus bergerak memasuki wilayah Sumatra Barat terbawa udara arah selatan dan tenggara Sumatra Barat.

Ia menambahkan, proyeksi penyebaran kabut asap terpantau khususnya yang berada di sepanjang Bukit Barisan, seperti Padang, Pesisir Selatan, Dharmasraya dan Sijunjung. "Untuk potensi memburuk tetap ada, tapi ada peluang hujan di Sumatra Barat. Mudah-mudahan bisa meredam dampak negatif kabut asap," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA