Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Warga Aceh Utara Gunakan Air Sungai Saat Kemarau

Senin 27 Jul 2015 04:30 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Musim kemarau panjang sebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Musim kemarau panjang sebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Foto: Republika/Bowo S Pribadi

REPUBLIKA.CO.ID, LHOKSEUMAWE -- Sejumlah warga di tiga kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terpaksa memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat kemarau berkepanjangan.

Masing-masing kecamatan yang dilanda kekeringan tersebut yaitu, Kecamatan Lhoksukon, Cot Girek dan Kecamatan Baktia Barat. Kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sumur warga menjadi kering.

Kepala Desa Blang Aman Kecamatan Lhoksukon Muhammad Thaib mengatakan, untuk keperluan sehar-hari seperti mencuci dan keperluan mandi, cuci, kakus (MCK) warga menggunakan air sungai.

Meskipun kondisi air sungai keruh dan berbau, sejumlah masyarakat tetap memanfaat air tersebut karena tidak ada pilihan lain. Bahkan, sebagian masyarakat yang meminum air sungai tersebut, karena tidak sanggup membeli air.

"Akibat musim kemarau banyak sumur warga yang kering, untuk keperluan sehari-hari mereka memanfaatkan air sunggai. Namun ada juga sebagian masyarakat yang minum air sungai karena tidak sanggup beli air dari mobil tangki," ujar Muhammad Thaib.

Muhammad Thaib berharap, Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara bisa mencarikan solusi terkait kekeringan yang melanda di wilayahnya, sehingga setiap masyarakat bisa memperoleh air yang benar-benar bersih dan steril.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Cot U Sibak Maryani Kecamatan Lhoksukon mengatakan, karena sumur kering diakibatkan karena musim kemarau, dirinya terpaksa menggunakan air sungai.

Tambahnya, air sunggai di desanya tersebut berwarna kuning, asin dan berbau. Meskipun demikian dirinya tetap memanfatkan air tersebut untuk keperluan masak dan mencuci pakaian.

"Walaupun airnya bau tidak sedap, kami tetap mengunakan air sungai tersebut. Untuk keperluan minum, saya membeli air dari mobil tangki," ujar Maryani.

Kepala Bagian Humas Pemerintahan Aceh Utara Amir Hamzah, Minggu di Lhokseumawe mengatakan, dalam waktu dekat ini Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib akan segera memangil dinas terkait untuk mencarikan solusi terhadap kasus kekeringan tersebut.

"Mengenai kekeringan itu, bapak Bupati Aceh Utara sudah tahu dan dalam waktu dekat ini akan memangil dinas-dinas terkait dan akan meninjau langsung lokasi kekeringan tersebut," ujar Amir Hamzah.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA