Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Ratusan Anak TK Keliling Kota Bantul dengan Gerobak Sapi

Sabtu 16 Mei 2015 21:06 WIB

Rep: Heri Purwata/ Red: Yudha Manggala P Putra

Gerobak Sapi (ilustrasi)

Gerobak Sapi (ilustrasi)

Foto: ANTARA FOTO

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Sebanyak 240 anak sekolah Taman Kanak-kanak di Bantul memanfaatkan hari libur berwisata keliling Kota Bantul. Mereka tidak menggunakan alat transportasi modern, tetapi menggunakan gerobak sapi.

Menurut Kepala Sekolah TK AR Raihan, Sugeng Lestari  pihaknya memang sengaja mengajak komunitas gerobag sapi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memanfaatkan hari libur. Mereka diajak naik gerobak sapi keliling kota Bantul agar bisa menikmati kendaraan tradisional ini.

"Anak-anak perlu tahu bahwa gerobag sapi yang kini jarang ditemui dahulunya transportasi penting masyarakat," kata Sugeng di Bantul, Sabtu (16/5).

Gerobak sapi, pada tahun 80-an, menjadi salah satu transportasi yang utama bagi masyarakat di kawasan pedesaan yang akan menuju kota. Namun seiring maraknya transportasi modern maka gerobak sapi semakin tersingkir dan bahkan nyaris hilang.

Namun, kini banyak orang yang menyukai dan mengoleksi alat transportasi ini. Bahkan banyak komunitas gerobak sapi yang eksis di masyarakat.

Untuk memperkenalkan gerobak sapi kepada generasi muda, komunitas gerobag sapi sering melakukan konvoi ke tempat-tempat wisata.

Ketua Komunitas Gerobak Sapi Langgeng Sehati,  Latif Munir, mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan mengenalkan anak-anak ini kepada gerobak sapi.

Transportasi ini dahulu mempunyai peran penting bagi masyarakat, khususnya para petani. "Anak-anak akan tahu bahwa gerobak sapi dahulunya merupakan transportasi utama sebelum munculnya bus atau transportasi lainnya," kata Munir.

Munir mengaku saat ini semakin banyak masyarakat yang tertarik kembali menggunakan transportasi tradisional meski hanya dalam kegiatan tertentu saja.  "Sudah banyak festival gerobak sapi yang digelar demi melestarikan transportasi tradisional yang ramah lingkungan ini," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA