Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Sulsel Peringati Hari Otonomi Daerah XIX

Senin 27 Apr 2015 15:39 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Djibril Muhammad

Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.

Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.

Foto: Sulsel

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) memperingari hari Otonomi Daerah. Upacara ini dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Gubernur, Senin (27/4).

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengajak segenap pemerintahan daerah untuk bahu-membahu menampilkan kinerja semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan publik. Sehingga pemerintah provinsi bisa mewujudkan masyarakat yang berdaya dan mandiri dalam menggapai kesejahteraan yang hakiki dalam kerangka NKRI.

"Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem NKRI," ujar Syahrul.

Dia mengungkapkan, momentum regionalisasi yang ditandai dengan kebijakan MEA, memberikan peluang bagi setiap daerah untuk meningkatkan daya saing. Apalagi, otonomi daerah menjadi faktor penguat bagi setiap daerah, khususnya dalam mendorong keluarnya arus barang dan jasa dari daerah untuk bersaing di kancah regional Asia Tenggara.

"Di samping itu, meningkatnya perekonomian masyarakat di daerah pada gilirannya mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan, mendorong penciptaan lapangan pekerjaan, menjaga kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup," papar dia.

Kebijakan otonomi daerah, lanjutnya, menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan. Otonomi daerah dituntut untuk menumbuhkan kemandirian penyelenggaraan tata kelola pemerintahan daerah yang aspiratif, transparan dan akuntabel.

Otonomi daerah dituntut pula untuk mengharmoniskan pemanfaatan berbagai sumber daya lokal dan kearifan daerah yang merefleksikan perlunya kesiapan kapasitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama bagi generasi muda yang pada 15-20 tahun mendatang menghadapi bonus demografi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA