Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

PTPN X Ekspor Tembakau Cerutu ke Eropa

Selasa 14 Apr 2015 16:00 WIB

Red: Satya Festiani

Rokok cerutu (ilustrasi)

Rokok cerutu (ilustrasi)

Foto: Antara/Seno S

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Kebun Ajung Gayasan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengekspor 1.500 ton tembakau cerutu ke sejumlah negara di Eropa.

"Hampir setiap tahun, pihak Kebun Ajung Gayasan mengekspor sekitar 1.500 ton tembakau ke Swiss, Jerman, Belanda, Denmark, dan negara Eropa lainnya," kata Manajer Tanaman Tembakau Bawah Naungan (TBN) Kebun Ajung Gayasan PTPN X, Laurientius Tumanggor, di Jember, Selasa (14/4).

Menurut dia, tembakau di Kebun Ajung Gayasan sudah dipesan oleh beberapa eksportir dan sudah dilakukan pemesanan barang (Letter of Intend) untuk tahun 2015 sebanyak 1.500 ton.

"Proyeksi penanaman tembakau cerutu itu juga disesuaikan dengan pesanan, sehingga tahun ini menanam sekitar 10.050 hektare untuk Tembakau Bawah Naungan dan sebanyak 450 hektare untuk Na Oogst," tuturnya.

Ia menjelaskan penanaman tembakau TBN akan dimulai pada Mei-Juni 2015, sedangkan untuk Na Oogst biasanya ditanam pada bulan Agustus-September. "Penanaman tembakau cerutu yang diekspor ke sejumlah negara Eropa tersebut sudah sesuai standar Coresta, sehingga tingkat residu pestisida sudah dikendalikan sesuai dengan standar Coresta tersebut," paparnya.

Harga tembakau kualitas bagus untuk pembungkus luar cerutu mencapai 60 euro per kilogram, sedangkan kualitas medium sebesar 30 euro, dan kualitas rendah atau filler sebesar 15 euro.

Kebun Ajung Gayasan merupakan salah satu dari tiga kebun tembakau cerutu milik PTPN X, selain Kebun Kertosari seluas 525 ha yang juga di Jember dan Kebunarum seluas 325 ha di Klaten, Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Jember, Maskyur, mengatakan perusahaan membeli tembakau cerutu jenis Na Oogst Tanam Awal (NOTA) dan Na Oogst tradisional tahun 2015 yang ditanam oleh petani menurun. "Beberapa penyebab terjadinya pengurangan pembelian tembakau karena faktor permintaan pasar di luar negeri berkurang dan sebagian perusahaan masih memiliki stok tembakau di gudangnya," katanya.

Ia menjelaskan perkembangan kondisi percerutuan di Eropa berdampak terhadap penentuan luas areal penanaman tembakau di Kabupaten Jember, mengingat pembudidayaan komoditas tersebut diorientasikan ke pasar Eropa.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA