Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Padang Berencana Tiru Kebiasaan Makan Warga Depok

Jumat 03 Apr 2015 18:46 WIB

Rep: Umi Nur Fadilah/ Red: Indira Rezkisari

Warga membeli beras di agen beras Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Senin (23/2).

Warga membeli beras di agen beras Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Senin (23/2).

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Masyarakat Kota Padang mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap beras. Sayangnya, hal tersebut berbanding terbalik dengan kemampuan pemenuhan kebutuhan beras yang masih rendah.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan, produksi beras Kota Padang, sekitar 92,2 ton per tahun, sedangkan ketersediaan dari produksi adalah sebesar 39,5 ton per tahun. Menurutnya, rata-rata, konsumsi beras warga Kota Padang, mencapai 121,6 kg per kap per tahun.

"Artinya, hanya mampu memenuhi 40 persen dari kebutuhannya, sedangkan sisanya mengandalkan pasokan dari daerah lain seperti Solok, Pesisir Selatan dan Padang Pariaman," kata dia dalam Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kota Padang yang dihadiri pakar ketahanan pangan nasional yang juga Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail di Palanta A Yani 11 Padang, Sumatra Barat (Sumbar), beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, tingginya tingkat ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras sebagai makanan pokok, sangat mengkhawatirkan. Dikatakannya, masyarakat selama ini mempunyai persepsi, jika belum makan nasi, maka dikatakan belum makan, meskipun perut sudah diisi dengan makanan lain. Mahyeldi mengatakan, kenyataan ini perlu disikapi dengan program 'One Day No Rice' seperti yang sukses diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Ia menjelaskan, program ini, bukan melarang masyarakat untuk tidak memakan olahan yang berasal dari beras. Namun, hal ini suatu kampanye dalam rangka membangun kesadaran masyarakat. "Yaitu, dengan menumbuhkan perilaku membiasakan mengkonsumsi makanan yang beragam," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail menuturkan, diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan mendorong masyarakat untuk memvariasikan makanan pokok. Agar, masyarakat tidak terfokus pada konsumsi jenis makannan saja. "Kita bisa memanfaatkan hasil pertanian lainnya seperti ubi, sukun, talas dan sebagainya," tutur dia.

Menurutnya, diversifikasi menjadi salah satu cara untuk menuju swasembada beras. Sebeb, hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk meminimalisasi konsumsi beras, sehingga total konsumsi tidak melebihi produksi. Dalam Rakor Ketahanan Pangan ini, juga dilakukan penandatangan MoU antar Pemerinah Kota Padang dan Pemerintah Kota Depok untuk kerjasama penguatan pangan di kedua kota.

Sementara itu, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Padang Tarmizi Ismail mengatakan, tujuan dari Rakor Dewan Ketahanan Pangan ini, salah satunya mengoptimalkan keberadaan kelembagaan struktural dan kelembagaan Dewan Ketahanan Pangan sekaligus menyamakan persepsi dalam pemantapan ketahanan pangan Kota Padang.

"Juga untuk meningkatkan koordinasi lembaga teknis dan non teknis tentang pentingnya ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional," tambah Tarmizi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES