Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

DPR: Beras Bulog Banyak Dedaknya

Ahad 08 Mar 2015 19:37 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Djibril Muhammad

Presiden Jokowi mengunjungi gudang beras bulog.

Presiden Jokowi mengunjungi gudang beras bulog.

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Heri Gunawan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Gudang Bulog Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Ahad (8/3). Dalam kesempatan tersebut rombongan menemukan beras Bulog yang dinilai kurang bagus.

Kondisi yang kurang layak tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan terhadap beras yang baru tiba di gudang Bulog pada Ahad pagi. "Beras ini banyak dedaknya," ujar Heri Gunawan kepada wartawan dengan memperlihatkan beras yang baru didatangkan dari Cirebon tersebut.

Ironisnya kata dia, beras yang baru datang tersebut kualitasnya jauh lebih jelek dibandingkan dengan beras yang sudah ada di gudang Bulog lebih dahulu.

Kondisi ini, terang Heri, jelas mengecewakan masyarakat khususnya yang menerima beras Bulog baik raskin maupun operasi pasar (OP). Sebab, beras yang disalurkan Bulog kurang baik kualitasnya.

Heri mengatakan, seharusnya pengadaan beras Bulog di Sukabumi berasal dari daerah tersebut. Terlebih, lanjut dia Sukabumi merupakan daerah lumbung padi karena terdapat banyak areal persawahan di selatan Sukabumi. Bahkan, Bupati Sukabumi mengklaim surplus produksi beras hingga 250 ribu ton pada 2014 lalu.

Ke depan kata Heri tata niaga beras di Bulog harus dikelola dengan lebih baik. Jangan sampai lembaga yang didirikan untuk menunjang ketahanan pangan malah menyalurkan beras dengan kualitas buruk.

"Atau memang disengaja menyalurkan beras jelek untuk memudahkan masuknya beras impor," terang Heri, yang merupakan kader Partai Gerindra ini.

Jika hal ini terjadi maka hanya pedagang besar saja yang bisa masuk dalam impor beras dan pedagang kecil terpinggirkan.

Heri menambahkan, kalangan dewan juga mempertanyakan kinerja Bulog yang telah mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1 triliun. "Dalam RDP (Rapat dengar pendapat-red) nanti akan ditanyakan kemana uangnya karena di lapangan beras masih jelek," terang dia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA