Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Basarnas: TNI Belum Terlibat Penyisiran Air Asia di Sulawesi

Sabtu 31 Jan 2015 19:55 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

 Helikopter Basarnas bersiap mendarat di KRI Banda Aceh yang akan menjalani operasi pengangkatan ekor pesawat Air Asia di Laut Jawa, Jumat (9/1).  (Antara/Pool/Adek Berry)

Helikopter Basarnas bersiap mendarat di KRI Banda Aceh yang akan menjalani operasi pengangkatan ekor pesawat Air Asia di Laut Jawa, Jumat (9/1). (Antara/Pool/Adek Berry)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Koordinator Tim Basarnas Kusnadi, yang melakukan pencarian korban penumpang AirAsia QZ 8501 di Perairan Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan selama beberapa hari ini menyatakan TNI belum ambil bagian.

"Sejauh ini belum ada tim dari TNI baik AL maupun AU yang ikut ambil bagian dalam misi pencarian korban AirAsia," ujarnya yang ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Sabtu (21/1).

Kusnadi mengatakan, penyisiran korban AirAsia ini hanya dilakukan oleh tim Basarnas gabungan yakni Basarnas dari Denpasar, Kalimantan, Makassar dan Palu.

Untuk TNI AL dan AU yang disebut-sebut telah melakukan koordinasi itu belum tampak dalam upaya pencarian, bahkan fasilitas dari TNI seperti kapal laut serta pesawat juga belum ada.

"Belum ada itu semua. Kita hanya bergerak dan menyisir perairan sesuai dengan yang ditetapkan koordinatnya. Polisi juga membantu kami di posko induk di Majene," katanya.

Dalam penyisiran itu, Basarnas hanya menggunakan fasilitasnya seperti dua unit kapal serta Sea Rider untuk menyisir perairan di radius 1.800 nautical mile.

Dia mengatakan, selama empat hari berturut-turut, warga pesisir yang kebanyakan bekerja sebagai nelayan itu menemukan bagian-bagian dari pesawat AirAsia QZ 8501 mulai dari kursi, tas, koper serta lainnya yang merupakan milik dari para penumpang.

Setelah penemuan itu di tanggal 27 Januari, penemuan berlanjut keesokan harinya dengan menemukan dua jenazah hingga hari keempat. Total jenazah yang ditemukan itu sebanyak enam dengan kondisi hancur tanpa kepala dan lengan.

Rentetan temuan itu, membuat sejumlah Basarnas seperti Denpasar, Balikpapan dan Palu ikut ambil bagian dalam penyisiran itu karena hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan bantuan dari unsur TNI.

"Untuk sementara ini yang melakukan penyisiran ke perairan itu hanya anggota Basarnas dan kita mulai memperluasnya dengan ditemukannya di Pinrang, Sulawesi Selatan," katanya. Selain anggota Basarnas yang turut serta dalam pencarian itu, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari pihak kepolisian serta Palang Merah Indonesia.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA