Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Puting Beliung di Bandung Rusak Ratusan Rumah

Senin 26 Jan 2015 13:05 WIB

Rep: C80/ Red: Yudha Manggala P Putra

Rumah yang hancur akibat angin puting beliung (ilustrasi).

Rumah yang hancur akibat angin puting beliung (ilustrasi).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Puting beliung yang terjadi Ahad (25/1) kemarin menyebabkan ratusan rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat rusak. Kerugian akibat kerusakan tersebut diperkirakan tidak sedikit.

''Terjadi pukul 13. 54 WIB di Soreang, di desa Parung Serap dan Sekarwangi. Itu ada 52 rumah yang rusak ringan, satu rumah rusak sedang, satu masjid, satu madrasah,'' kata kepala pelaksana harian BPBD Kabupaten Bandung Marlan, usai meninjau lokasi puting beliung, Senin (26/1).

Marlan menambahkan, puting beliung kembali terjadi pada pukul 15.00 di wilayah Pameungpeuk, Desa Malakasari, dan Desa Sukasari.

Di kampung Bojong Pulus, tambah Marlan, ada 5 rumah yang rusak berat serta 119 rumah yang rusak ringan. Kemudian di desa Malakasari di Kampung Pameutingan ada 23 rumah rusak berat, 100 rumah rusak ringan. Ada satu orang luka -luka tertimpa bangunan.

''Total ada tiga kecamatan yang terdampak puting beliung, yaitu Soreang, Pameungpeuk dan Baleendah,'' ungkapnya.

Marlan menuturkan. Apabila  melihat kondisi cuaca saat ini, masih memungkinkan kermbali terjadi puting beliung. Karena, kata dia, saat ini  hujan belum merata.

''Puting beliung terjadi apabila ada perbedaan suhu yang cukup signifikan antara satu wilayah dengan wilayah lain. Sehingga terjadi tekanan udara. Ini yang menyebabkan terjadinya puting beliung,'' ujarnya.

Dadang menjelaskan, wilayah yang paling rentan adalah daerah yang punya hamparan sawah yang luas. ''Kemudian biasanya lokasinya terjadi tidak jauh berbeda dari lokasi sebelumnya. Atau bergeser sedikit,'' tambahnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA