Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Bali Catat Inflasi 5,93 Persen

Senin 01 Dec 2014 20:20 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Djibril Muhammad

Inflasi

Inflasi

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat tingkat inflasi kumulatif Januari-November 2014 sebesar 5,93 persen, sedangkan inflasi tahunan atau year on year mencapai 6,25 persen tahun ke tahun (yoy). Indeks Harga Konsumen (IHK) Bali tercatat 114,17.

"Inflasi November didorong enam bentuk pengeluaran masyarakat. Dua yang terbesar adalah transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,88 persen, dan bahan makanan (3,16 persen)," kata Kepala BPS Bali, Panusunan Siregar dijumpai di kantornya, Senin (1/12).

Inflasi Bali berikutnya didorong pengeluaran di sektor perumahan, air listrik, gas, dan bahan bakar (0,97 persen), kesehatan (0,43 persen), pendidikan rekreasi, dan olah raga (0,16 persen), makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,08 persen). Satu kelompok mengalami deflasi, yaitu sandang (0,23 persen).

Kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Bali, kata Panusunan, telah meningkatkan harga tarif listrik, air minum, cabai rawit, cabai merah, beras, buncis, dan sawi hijau. Denpasar menempati urutan ke-25 dari 82 kota di Indonesia yang mengalami inflasi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA