Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

UNESCO Serahkan Sertifikat Tari Saman Sebagai Warisan Budaya Dunia

Kamis 25 Sep 2014 12:55 WIB

Red: Bilal Ramadhan

tari saman

tari saman

Foto: aditya pradana putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pemerintah Provinsi Aceh menerima sertifikat untuk tari saman sebagai warisan budaya dunia tak benda yang diakui oleh UNESCO.

"Walau penyerahan ini sedikit terlambat tapi punya makna amat dalam. Mungkin saja kalau tidak kita jaga dengan baik mungkin tari saman ini bisa dicabut," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Windu Nuryanti di Jakarta, Kamis (25/9).

Duplikat sertifikat pengakuan tari saman dari Gayo Lues, Provinsi Aceh, sebagai warisan budaya dunia serta tas rajut noken dari Papua diserahkan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ke pemerintah daerah masing-masing.
Hal itu sebagai bentuk pengakuan dan perlindungan serta pelestarian terhadap seni budaya.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, pengakuan tari saman menjadikan pemicu untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya. "Pengakuan ini membanggakan kita semua sekaligus agar lebih peduli pada budaya lokal jadi tidak khawatir seni budaya kita diklaim negara lain," kata Zaini.

Tari saman sudah ditetapkan dan diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda sejak 24 November 2011 dengan kriteria warisan budaya yang memerlukan perlindungan mendesak. Tari saman merupakan warisan budaya masyarakat Gayo yang dapat dilacak sampai abad ke-13 yang kemudian dikembangkan oleh Syekh Saman dan berisi tentang pesan-pesan moral.

Tari tersebut dilakukan anak laki-laki dengan jumlah pemain ganjil, duduk di atas tumit atau berlutut pada satu baris yang rapat. Pelatih atau pemimpin, disebut penangkat duduk di tengah garis dan memimpin nyanyian ayat-ayat mengandung pesan tentang tradisi, pembangunan, agama, saran, sarkasme, humor dan bahkan roman.

Pemain bertepuk tangan, memukul dada, paha dan tanah. Gerakan saman melambangkan alam, lingkungan dan kehidupan sehari-hari dari masyarakat Gayo.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA