Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Coba Bunuh Presiden Ekuador, Enam Polisi Divonis 12 Tahun

Rabu 27 Aug 2014 17:17 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Rafael Correa

Rafael Correa

Foto: borev.net

REPUBLIKA.CO.ID, QUITO -- Hakim Ekuador menghukum enam perwira polisi masing-masing 12 tahun penjara, Selasa (26/8), karena berusaha membunuh Presiden Rafael Correa dalam pemberontakan pada 2010, demikian laporan AFP. Pemberontakan berdarah itu menewaskan 10 orang dan mencederai 274 orang lain.

Dalam pemberontakan yang meletus karena persoalan pemotongan bonus, para perwira yang melakukan protes mengepung Correa selama 12 jam di dalam sebuah rumah sakit tempat ia mengungsi,

Satu pengawal Correa tewas dan mobil lapis bajanya ditembaki ketika Correa berusaha meloloskan diri dengan bantuan kesatuan elit penyelamatan.

Para perwira polisi itu dihukum pada Agustus. Seluruhnya, 40 orang kini telah dihukum karena terlibat dalam pemberontakan itu.

Pada saat terjadi pemberontakan itu, Correa, seorang sosialis yang berkuasa sejak tahun 2007, menuduh pemberontakan dilakukan oleh para pendukung Lucio Gutierrez, seorang mantan kolonel angkatan darat yang menjadi presiden tahun 2003-2005, dan mengatakan polisi yang memberontak itu ingin melakukan kudeta.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA