Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

PLTU Sumsel 7 Ditargetkan Beroperasi 2016

Jumat 21 Mar 2014 16:36 WIB

Rep: Maspril Aries/ Red: Nidia Zuraya

Petugas PLTU memeriksa kondisi pembangkit listrik.

Petugas PLTU memeriksa kondisi pembangkit listrik.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Konsorsium Madhucon Project Ltd-Madhucon Sugar & Power Industries Ltd-PT Madhucon Indonesia yang tergabung dalam PT Madhucon Sriwijaya Power segera membangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang di Sumatra Selatan (Sumsel).

Untuk merealisasikan PLTU tersebut manajemen konsorsium Madhucon pada Jumat (21/3) bertemu Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Dalam pertemuan tersebut perwakilan PT Madhucon Sriwijaya Power menjelaskan rencana perusahaan tersebut untuk membangun PLTU di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan kapasitas 2x150 MW.

Direktur Pengadaan Strategis PT PLN Bagiyo Riawan yang menyertai kunjungan konsorsium Madhucon mengharapkan pembangkit listrik yang akan dibangun tersebut sudah bisa beroperasi pada 2016.  “Dengan beroperasinya pembangkit listrik PLTU Sumsel 7 akan menambah daya listrik di Sumatra sehingga bisa mengaliri listrik hingga ke desa-desa,” katanya.

Pada 2012 lalu PT PLN (Persero) telah menandatangani perjanjian jual-beli listrik dengan perusahaan asal asing India tersebut. PT Madhucon Sriwijaya Power membangun PLTU Sumatra Selatan-7 dengan kapasitas 2x150 megawatt (MW). PLTU tersebut akan dibangun di Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin.

Berdasarkan persetujuan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, tarif dasar jual beli tenaga listrik yang disepakati kedua belah pihak sebesar 5,8099 sen dolar AS per kWh dengan harga batu bara 1,6696 sen dolar AS per kWh. Rinciannya, harga batu bara 23,13 dolar AS per ton, HHV 3.800 kcal per kg dengan eskalasi 3 persen per tahun.

Listrik dari PLTU Sumsel 7 akan disalurkan melalui jaringan transmisi interkoneksi Tapping T/L 275 kV Aurduri-Betung.Penandatanganan perjanjian jual-beli listrik tersebut dilakukan Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji dengan Presiden Direktur PT Madhucon Sriwijaya Power N Krishnaiah.

Pembangunan PLTU Sumsel 7 tersebut diperkirakan menelan investasi 455 juta dolar AS. PLTU ini merupakan proyek PLTU dengan skema Independent Power Producer (IPP) yang direncanakan akan selesai pada Mei 2016 atau 36 bulan sejak financing date.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA