Minggu, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Minggu, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Kuntoro: Mawardy Tepat Jadi Bapak Pembangunan

Ahad 09 Februari 2014 21:54 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

Masjid Baiturrahman Banda Aceh, ilustrasi

Masjid Baiturrahman Banda Aceh, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto menyatakan anugerah yang diberikan kepada almarhum Mawardy Nurdin sebagai bapak Pembagunan Kota Banda Aceh sangat tepat.

"Saya sangat mendukung penghargaan yang diberikan Pemerintah Aceh kepada almarhum sebagai bapak pembangunan di Kota Banda Aceh," katanya disela-sela menghadiri pemakaman Wali Kota Banda Aceh di pemakaman keluarga di Gampong Lamteumen Barat, Minggu.

Dijelaskannya, penghargaan yang diberikan untuk orang nomor satu di Banda Aceh itu sangat tepat, karena Mawardy merupakan salah satu orang yang berkontribusi untuk membangun Banda Aceh khususnya pascatsunami Aceh.

Kuntoro Mangkusubroto mengaku punya kenangan yang tidak terlupakan dengan Mawardy yang saat itu juga ikut terlibat dalam membangun Aceh pascatsunami melalui lembaga yang dipimpinnya tersebut.

Ia mengatakan Mawardy Nurdin sangat membantu dirinya dalam menyiasati berbagai peraturan perundang undangan untuk membangun Aceh dan tanpa adanya perangkat sulit membangun saat itu.

"Kenangan yang tidak pernah saya lupakan dengan Mawardi adalah saat saya mendarat di Aceh, saya tidak tau akan berkantor dimana dan Mawardy yang menawarkan kantornya," kata mantan Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi Aceh-Nias.

Dijelaskannya, kantor yang ditawarkan Mawardy itu tepatnya diruang kerjanya dan setiap kali dirinya keluar pasti lewat didepan meja Mawardy dan hal tersebut baginya sangat luar biasa.

"Ini merupakan hal yang sangat luar biasa yang tida akan pernah saya lupakan," kata Kuntoro terhadap Mawardy yang juga pernah bekerja sebagai stah ahli di BRR Aceh-Nias.

Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Banda Aceh dua periode. Mawardy telah menjabat sejumlah jabatan dibirokrasi diantaranya Kepala Bapedalda Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepala Dinas Perkotaan dan Permukiman NAD.

Kemudian pada 8 Februari 2005 s/d 2006 Mawardy Nurdin diangkat sebagai PJ Wali Kota Banda Aceh menggantikan Wali Kota lama Syarifuddin latief yang meninggal dunia akibat musibah tsunami 2004.

Mawardy yang berpasangan dengan Illiza Saa'duddin Djamal terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh pada 2006 dan kembali menang untuk periode kedua pada Pilkada 2012.

Almarhum Mawardy Nurdin meninggalkan empat orang anak, yakni tiga putra dan seorang putri dari perkawinannya dengan Nurshanti Adnan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES