Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Desa Pekraman Jasri di Bali Jadi Desa Wisata Terbaik 2013

Ahad 24 Nov 2013 08:45 WIB

Rep: Nur Aini/ Red: Djibril Muhammad

Menparekraf Mari Elka Pangestu berfoto dengan seekor orang utan berkelamin betina bernama Jenifer

Menparekraf Mari Elka Pangestu berfoto dengan seekor orang utan berkelamin betina bernama Jenifer

Foto: TSI

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menobatkan Desa Pekraman Jasri di Kecamatan Karangasem, Bali sebagai desa wisata terbaik 2013. Desa wisata tersebut menyisihkan 138 desa wisata lain dari 29 provinsi yang dinilai tahun ini.

Pada tahun ini, Kemenparekraf menilai 139 desa wisata yang meningkat  dari 72 desa tahun lalu. Desa wisata terbaik kedua diraih Desa Nglanggeran, GunungKidul, Yogyakarta. Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali mendapat predikat desa wisata terbaik ketiga.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi, Mari Elka Pangestu mengatakan desa wisata terbaik dapat dijadikan percontohan bagi desa wisawat yang lain. Perlombaan tersebut memberi bobot tertinggi pada dampak desa wisata terhadap masyarakat setempat.

"Perlombaan ini untuk menciptakan standar desa wisata yang berhasil, bagus, dan dampaknya kepada masyarakat jelas," ujarnya seusai memberi penghargaan desa wisata terbaik di Desa Pentingsari, Yogyakarta, Sabtu (23/11).

Perlombaan desa wisata tahun ini dinilai lebih baik dari sebelumnya karena komponen penilaian bertambah. Tahun ini, desa wisata tidak hanya dinilai dari administrasi dan laporan penggunaan dana bantuan.

"Kami melihat penggunaan dananya untuk apa dan seberapa efektif, dan berapa efektif itu dinilai dari berapa lapangan pekerjaan yang diciptakan, berapa usaha yang diciptakan, berapa kunjungan (wisatawan)," kata Mari Elka.

Pada tahun lalu, predikat desa wisata terbaik diberikan kepada Desa Wisata Pentingsari di Sleman. Perkembangan desa wisata tersebut dinilai terbaik karena banyak manfaat bagi warga. Saat ini, ada 80 rumah yang menjadi homestay di mana 50 rumah dinilai layak untuk wisatawan mancanegara.

Selain itu, industri perumahan tumbuh menjadi enam kelompok serta bertambahnya pemandu lokal menjadi 40 orang dan kelompok atraksi pertanian dan seni budaya sebanyak 30 orang.

Desa wisata yang dinilai tersebut merupakan desa yang menerima bantuan PNPM Mandiri Pariwisata. Bantuan tersebut diluncurkan pada 2009 dengan anggaran Rp8,75 miliar untuk 104 desa.

Pada 2013, sebanyak 980 desa menerima bantuan yang dianggarkan sebesar Rp123,25 miliar. Pada tahun depan, Kemenparekraf menarget bisa menyalurkan bantuan ke 2 ribu desa wisata.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan desa wisata merupakan aset bagi Kabupaten Sleman. Saat ini, terdapat 38 desa wisata di Sleman dengan tiga kategori yakni 12 desa wisata mandiri, 13 desa wisata tumbuh, dan 13 desa wisata berkembang.

"Upaya-upaya pengembangan desa wisata yang kita lakukan selain untuk menambah obyek wisata, juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif yang berkembang di masyarakat, " ujarnya.

Desa wisata dikembangkan dengan pemberdayaan masyarakat. Sri Purnomo mengatakan pengembangan desa wisata di Sleman dipadukan dengan program kegiatan bidang lain seperti pertanian, perikanan, perindustrian dan lingkungan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA