Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Atut Dicekal, Ratusan Pendekar Banten 'Turun Gunung'

Rabu 09 Oct 2013 18:09 WIB

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Karta Raharja Ucu

Ratu Atut Chosiyah

Ratu Atut Chosiyah

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Ratusan pendekar dari keluarga besar pendekar Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH), 'turun gunung' agar Banten tetap kondusif.

Diyakini, turun gunungnya ratusan pendekar itu menyusul tersandungnya Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, dalam kasus suap Ketua MK nonaktif, Akil  Mochtar.

Ratusan pendekar itu berziarah bersama ke makam Sultan Maulana Yusuf di Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Mereka juga berziarah ke makam Tubagus Chasan Sochib, ayah Atut dan Wawan.

Namun, mereka menolak ziarah kubur tersebut dikaitkan dengan kasus hukum yang sedang membelit Wawan. "Tidak ada kaitannya dengan kasus yang sedang dihadapi Wawan atau Ratu Atut Chosiyah. Kita bersilaturahmi kepada orang tua kita yang sudah tiada. Saya minta masalah ini jangan dikaitkan dengan masalah hukum yang sedang berjalan,” kata Ketua Pendekar Banten, Lulu Kaking, kepada wartawan.

Tanudjiwa juga mengimbau kepada LSM atau mahasiswa yang menggelar demonstrasi tidak anarkis. Sebab, menurutnya, yang rugi adalah kembali ke masyarakat Banten sendiri. “Jangan sampai ada satu pot bunga pun yang pecah,” katanya.

Ia juga menyerahkan proses hukum Wawan dan Atut kepada KPK. Sebab menurutnya, kasus yang membelit kakak beradik itu sudah menjadi risiko pejabat publik.

Yang terpenting adalah masyarakat tidak risau dan keadaan tetap kondusif. “Hadapi dengan tegar dan berani. Dan laksanakan pemerintahan seperti biasa. Jangan sampai ada kekosongan,” tuturnya mengakhiri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA