Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Bupati Terpilih di Daerah Ini Batal Dilantik

Rabu 14 Aug 2013 23:53 WIB

Rep: Maspril Aries/ Red: Dewi Mardiani

Alex Noerdin

Alex Noerdin

Foto: ROL/Fafa

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Banyuasin terpilih Yan Anton Ferdian pasangan dan SA Supriono yang dijadwalkan Rabu (14/8) di Pangkalanbalai batal dilaksanakan.

Walaupun sebagian tamu undangan sudah hadir di gedung DPRD Banyuasin, pelantikan Bupati – Wakil Bupati untuk periode 2013 – 2018 yang dijadwalkan akan dilakukan Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Alex Noerdin urung dilakukan.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Sumsel Irene Camelyn, Rabu (14/8) mengatakan, “Memang sudah direncanakan pelantikan Bupati Banyuasin terpilih akan dilaksanakan hari ini sesuai dengan berakhirnya masa jabatan Bupati Amiruddin Inoed. Namun pelantikan belum bisa dilaksanakan karena Gubernur Sumsel belum menerima SK Menteri Dalam Negeri.

”Menurut Irene, justru Menteri Dalam Negeri sudah mengirim radiogram yang menginstruksikan Gubernur Sumsel untuk menunjuk pelaksana harian atau Plh Bupati Banyuasin. “Gubernur menunjuk pelaksana harian bukan pejabat bupati,” ujarnya.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan, Menteri Dalam Negeri telah mengirim radiogram dan menginstruksikan gubernur untuk menunjuk Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin sebagai pelaksana harian untuk menjalan tugas bupati dan wakil bupati karena Bupati Amiruddin Inoed habis masa jabatannya.

Mengenai belum dilantiknya pasangan Yan Anton dan SA Supriono sebagai Bupati – Wakil Bupati Banyuasin masa jabatan 2013 – 2018, menurut Alex Noerdin, karena SK dan surat pelantikan dari Menteri Dalam belum diterima.

Sementara itu Bupati Banyuasin terpilih Yan Anton Ferdian menanggapi pembatalan pelantikan kepada wartawan mengatakan, “Saya menerima dan memahami dengan keadaan pembatalan pelantikan ini, karena ini semua hanya kurang administrasi saja, bukan karena faktor lainnya.”

Dengan penundaan tersebut menurut Yan Anton yang sebelumnya anggota DPRD Provinsi Sumsel, dia akan berkoordinasi dengan Ketua DPD Partau Golkar Sumsel, “Saya akan minta petunjuk karena saya sebagai kader Partai Golkar dan bupati yang diusung Partai Golkar bagaimana prosesnya selanjutnya?” katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES