Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

TNI AU Nyatakan Mortir Temuan Pemulung Tidak Aktif

Jumat 07 Jun 2013 23:50 WIB

Red: Hazliansyah

Seorang buruh lepas, Ilias (48) memegang sebuah mortir yang ditemukannya di Gang Cendana, Kec. Sungai Rengas, Kubu Raya, Kalbar, Kamis (26/7). Mortir peninggalan militer Belanda pada masa Perang Dunia ke-II itu ditemukan ketika menggali tanah di lahan koso

Seorang buruh lepas, Ilias (48) memegang sebuah mortir yang ditemukannya di Gang Cendana, Kec. Sungai Rengas, Kubu Raya, Kalbar, Kamis (26/7). Mortir peninggalan militer Belanda pada masa Perang Dunia ke-II itu ditemukan ketika menggali tanah di lahan koso

Foto: Antara Foto

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- TNI Angkatan Udara menyatakan mortir temuan pemulung di Jalan Mawar Indah, Kelurahan Tangkerang Timur, Tenayan Raya, Pekanbaru, tidak aktif atau tidak berdaya ledak lagi.

"Kami telah mengamankan rudal atau mortir tersebut dan saat ini tengah diidentifikasi. Namun untuk sementara, rudal tersebut dinyatakan telah tidak aktif lagi atau sudah tidak memiliki daya ledak," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Lanud Roesmin Nurjadin, Filfadri yang dihubungi per telepon di Pekanbaru, Jumat.

Dia mengatakan, petugas telah datang sejak mendapatkan informasi awal pada siang tadi dan langsung membawa mortir tersebut ke lanud.

"Yang jelas, mortir itu tidak membahayakan karena tidak memiliki daya ledak lagi. Kemungkinan sementara, rudal ini yang biasa digunakan militer untuk latihan dan perang," katanya.

Sebelumnya petugas kepolisian memperkirakan, mortir temuan sekelompok pemulung itu berdaya ledak tinggi.

Rudal dengan panjang sekitar 120 centimeter dan berat mencapai 210 kilogram ditemukan tertanam di tanah kosong tepat di tengah pemukiman warga, Jalan Mawar Indah, Kelurahan Tangkerang Timur, Tenayan Raya, Pekanbaru oleh sekelompok pemulung pada akhir Mei 2013.

Dari lokasi penemuan, mortir ini kemudian dievakuasi ke sebuah bengkel yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penemuan sebelum kemudian dibawa ke Markas Lanud Pekanbaru.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA