Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

STMIK Nusa Mandiri Gandeng Kementerian Pariwisata

Kamis 28 Feb 2019 22:55 WIB

Red: Irwan Kelana

STMIK Nusa Mandiri bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata.

STMIK Nusa Mandiri bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata.

Foto: Dok STMIK Nusa Mandiri
Kerja sama itu untuk tingkatkan SDM pariwisata dalam rangka program desa wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – STMIK Nusa Mandiri meneken nota kesepahaman(MoU) dengan Kementerian Pariwisata.  Penandatangan MoU  tersebut digelar di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (28/02). Program yang dikerjasamakan adalah di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Yakni untuk pengembangan program SDM pariwisata yang memasuki persaingan global di era 4.0.

Menurut Asisten Deputi  Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata, Wisnu Bawa Tarunajaya, kerja sama ini dilaksanakan dalam rangka program desa wisata. "Perjanjian ini diharapkan bisa meningkatkan penyelenggaraan pengembangan desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan di lingkungan daerah tertentu," ujarnya dalam rilis UBSI yang diterima Republika.co.id, Kamis (28/2).

Program tersebut termasuk di antaranya pengembangan desa wisata melalui pendampingan perguruan tinggi di daerah perbatasan, daerah terluar dan di daerah terpencil.

Penandatangan di lakukan bersamaan dengan Rakomaspar I dan dilakukan oleh Wisnu Bawa Tarunajaya selaku asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata;  Nasrul Edyar selaku direktur Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar; dam  Dwiza selaku ketua STMIK Nusa Mandiri. 

Selaku sosok yang berkecimpung di dunia pendidikan, Dwiza mengaku perjanjian ini sangat perlu dilakukan. Dengan adanya kerja sama ini, para dosen dan mahasiswanya akan ditantang dalam mengembangkan ide untuk memajukan suatu wilayah. "Karena dalam perguruan tinggi ada kewajiban lain yang tertulis dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang salah satu isinya adalah pengabdian masyarkat," katanya.

Ia menambahkan, kontribusi dari dosen dan mahasiswa akan lebih terlihat karena dalam pelaksanaannya akan langsung dibina oleh pihak Kementerian Pariwisata. "Saya harap dengan perjanjian ini, para dosen dan mahasiswa STMIK Nusa Mandiri berkontribusi dalam pembangunan pariwisata. Terutama untuk di daerah-daerah yang terpencil dan terluar," tambahnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA