Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Gubernur DKI Anies Baswedan Hadiri Seminar FAI

Ahad 25 Nov 2018 13:55 WIB

Red: Irwan Kelana

Indra Uno bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjadi pembicara di Seminar FAI.

Indra Uno bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjadi pembicara di Seminar FAI.

Foto: Dok UBSI
Seminar juga menampilkan ekonom Rizal Ramli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Seminar Nasional Forum Akademisi Indonesia (FAI) yang digelar di Aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Jakarta,  Sabtu (24/11).

Anies pun merasa senang dan memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan FAI dalam menyelenggarakan seminar nasional yang bertemakan “Akademisi Memimpin Negeri.
Menurutnya, tema yang diangkat ini cukup menarik dalam membahas berwawasan politik secara dewasa terutama bagi para akademisi dan pemuda.

"Saya ingin menggarisbawahi kepada teman-teman pemuda. Seringkali jika ditanya mengenai politik,  mereka  menghindar. Bahkan ada yang beranggapan politik itu kotor. Padahal segala bidang ada persaingan," kata Anies saat berbicara di depan para akademisi dan pemuda.

Anies menambahkan, contohnya kompetisi di bidang bisnis yang lebih membahayakan daripada di partai politik. Tetapi, yang paling cepat dan menarik terekspos di media hanya kompetisi partai politik.

"Saya teringat dengan kutipan Kofi Annan, bahwa kalau orang-orang baik hanya mau membayar pajak dengan baik, lalu siapa orang-orang yang akan mengurusi uang pajak tersebut. Mencari orang yang baik kriterianya sulit, tapi dibuat sederhana saja, yakni mencari orang tidak bermasalah saja," kata Anies dalam rilis UBSI yang diterima Republika.co.id, Ahad (25/11).

Ia pun mengajak akademisi dan pemuda, tidak hanya berperan di sektor private saja. Tetapi juga dipikirkan untuk dapat berperan di sektor publik.

"Dan kalau akademisi dapat berperan disektor publik, bukan hal baru di Indonesia. Negeri ini dibangun oleh masyarakat terdidik. Lihat saja undang-undang yang terbangun dengan baik. Tentunya itu dari masyarakat terdidik, yang kesehariannya membaca buku atau dapat disebut sebagai akademisi," kata Anies.

Menurutnya, jika sudah berperan di sektor publik, bukan sesuatu yang sederhana. Nantinya akan menghadapi berbagai kepentingan dan tantangan. Oleh karenanya harus memiliki ideologi, sebagai pendukung pengambilan keputusan dan kebijakan.

"Akademisi tentunya telah terbiasa dalam mengambil kesimpulan untuk keputusan. Seperti halnya dalam melaksanakan penelitian, harus adanya data set dan implikasinya. Tools tersebut dapat sebagai landasan. Oleh karenanya, para akademisi tidak menjauhi perannya di sektor publik," kata Anies.

Seminar tersebut juga mengundang  pembicara Menko Ekuin Presiden Gus Dur yang juga ekonom, Rizal Ramli bersama Ketua FAI sekaligus pengusaha muda, Indra Cahya Uno.
Seminar ini mengupas bagaimana para akademisi memimpin negeri ini. Bagaimana lebih mengedepankan atau membudayakan kalangan akademisi baik dalam kepemimpinan nasional maupun daerah.

Menurut Naba Aji Notoseputro, pembina FAI, tema seminar kali ini dimaksud agar pengelolaan negara nantinya banyak bersumber pada kajian akademisi. “Jangan memilih pemimpin karbitan, yang tidak tahu bagaimana mengelola agar negara tidak hancur, tetapi pilih yang pola pikirnya akademis. Seminar ini penting agar pemimpin bangsa dapat memiliki pola piker akademisi,” kata Naba.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA