Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Universitas BSI Jadi Co-Host ICIC 2018

Sabtu 20 Oct 2018 13:57 WIB

Red: Irwan Kelana

UBSI menerima sertifikat co-host ICIC 2018.

UBSI menerima sertifikat co-host ICIC 2018.

Foto: Dok UBSI
Seminar internasional itu mengupas daya saing bangsa di era disrupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG  -- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menjadi co-host dalam menyelenggarakan The Third International Conference on Informatics and Computing (ICIC ) yang kali ini dilaksanakan di Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. Ini merupakan yang ketiga kalinya UBSI menjadi co-host dalam acara serupa.

Seminar internasional ICIC 2018 bertajuk 'Strengthening Nation Competitiveness through Intelligent Computing in the Current Digital Disruption Era'. Seminar tersebut diadakan di Hotel Arya Duta,  Palembang, 17-18 Oktober 2018.

 

“Seminar ini diselenggarakan untuk merefleksikan kekuatan daya saing bangsa melalui komputasi cerdas di era  disrupsi digital saat ini,” kata Dr  Dwiza Riana MM, MKom selaku Organizing Co Chairs dan juga Ketua STMIK Nusa Mandiri dalam rilism yang diterima Republika.co.id, Jumat (19/10).

Ia berpendapat, seminar menjadi wadah dalam pengembangan kajian tentang komputasi cerdas yang dibutihkan bagi daya saing bangsa Indonesia dalam era disrupsi. Selain itu, Dwiza menekankan, seminar juga memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara para peneliti dari dalam dan luar negeri yang terlibat dalam penelitian di bidang komputer.

"Harapannya, dari seminar ini bisa dihasilkan ide-ide komputasi cerdas sebagai upaya memperkuat daya saing bangsa Indonesia di era digital 4.0, " ujar Dwiza yang juga salah satu dosen UBSI.

Seminar menghadirkan pembicara utama atau keynote speaker Dr Gerard Borg dari Australian National University. Ia membawakan materi utama tentang 'Introduction to ANU MIMO: a Wireles Network Infrastructure for Remote Populations'.

Seminar juga mengundang pembicara dari luar negeri dan dalam negeri. Mereka adalah  tokoh-tokoh peneliti  yang aktif meneliti tentang intelligent computing di era digital.

Para pembicara itu antara lain, Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom), Prof  Dr  Zainal A Hasibuan; dan Dr Thomas Götz,  seorang matematikawan dan seorang expert di bidang software developer yang membahas tentang 'Globalization, Artificial Intelegence and Education'.

Seminar diselenggarakan UBSI sebagai bagian dari penyelenggara utama Aptikom dan Universitas Bina Darma yang menggandeng 11 perguruan tinggi terkemuka di tanah air. Perguruan tinggi tersebut adalah STMIK Nusa Mandiri, Universitas Guna Darma, Universitas Parahyangan, Universitas Pasundan,  Sampoerna University, Universitas Budi Luhur, Perguruan Tinggi Bina Insani, Universitas Dian Nuswantoro, STIKOM Bali,  STMIK Dipanegara dan STMIK Tasikmalaya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA