Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

BSI Seminarkan Peningkatan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi

Jumat 12 January 2018 08:58 WIB

Red: Irwan Kelana

BSI menggelar seminar bertemakan Peningkatan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi.

BSI menggelar seminar bertemakan Peningkatan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi.

Foto: Dok BSI

REPUBLIKA.CO.ID,  BEKASI -- Dalam rangka meningkatkan penjaminan mutu yang ada di institusi, Universitas dan Akademi, Bina Sarana Informatika (BSI) mengadakan seminar Peningkatan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi. Kegiatan tersebut diadakan di Wisma BSI, Jalan  Raya Kaliabang nomor  8, Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (9/1).

Hadir dalam seminar tersebut yakni Direktur BSI Naba Aji Notoseputro didampingi pimpinan Akademi BSI lainnya yang berada di seluruh Indonesia, ketua program studi dari masing-masing program studi, serta pimpinan bagian yang ada di Universitas dan Akademi BSI.

Acara yang dipandu oleh moderator Pimpinan AMIK BSI Karawang  Ahmad Setiadi ini menghadirkan nara sumber yang kompeten di bidangnya, yakni Koordinator Kopertis IV Jawa Barat dan Banten, Prof Dr Uman Suherman AS, MPd.

 

Dalam pemaparannya,  Uman menjelaskan mengenai bagaimana pengelolaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS)  dan Sistem Penjaminan Mutu. “Saya berharap dengan diadakannya seminar ini dapat meningkatkan penjaminan mutu yang ada di Universitas dan Akademi,” ungkap Uman.

Lebih lanjut Uman juga menjelaskan mengenai kekuatan Visi Kinerja Perguruan Tinggi yang terdiri dari lima poin utama. Yakni,  sadar akan potensi lembaga, sadar akan kompetition perguruan tinggi lain, sadar peluang dan kebutuhan publik, keinginan untuk lebih maju/ jadi terdepan, dan bangun kekuatan moral spiritual.

 

Uman juga menjelaskan peringkat PTS Versi Sinta (Science and Tecnology Index) yang menjelaskan mengenai peringkat yang ada di universitas dan sekaligus sebagai pantauan dalam menentukan posisi kita berada di mana. Tidak ketinggalan juga Uman juga berharap kepada dosen untuk melakukan pengunggahan karya yang telah dibuat.

Ia juga mengemukakan tentang persiapan apa yang harus dilakukan untuk akreditasi. Termasuk ke dalamnya,  dosen melakukan pengabdian masyarakat, hibah penelitian, dan pembuatan buku ajar untuk membantu dalam meningkatkan akreditasi sehingga diharapkan dalam membuat borang.

“Kalau kita ingin memiliki keunggulan maka kita perlu memiliki sikap, perhatian, dan tindakan. Sedangkan, hal utama yang perlu dipersiapkan oleh seorang dosen adalah menulis,” pungkas Uman.

Sepaham dengan materi yang disampai Uman, Naba Aji Notoseputro juga menjelaskan bahwa kunci utama sebuah organisasi dapat bertahan dan tetap eksis adalah dengan kekuatan tim yang solid.

Lebih lanjut Naba juga menerangkan mengenai tiga perubahan dan tiga aspek, yakni perjelas target dan proker target capaian yang terukur jelas, tekanan dan kontrol yang ketat, dan evaluasi terus-menerus.

“Kita harus bahu membahu agar BSI memiliki nilai tambah lagi. Visi, target dan program kerja ini tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa kerja sama yang solid dari semua bagian yang berada di BSI, seperti Biro, Program Studi, Marketing, serta Bagian dan Tim lainnya,” ujar Naba.

Pada tahun 2017, lanjut Naba menjelaskan, target dan pencapaian kinerja di  bidang akademik telah mengalami peningkatan. Secara garis besar program studi yang berada di BSI telah terakreditasi B.

“Tentunya pada tahun 2018 ini, target yang harus dicapai adalah akreditasi bagi institusi yang belum terakreditasi. Kami harap setiap bagian dan tim bekerja sama dengan baik untuk mencapai target tersebut. One tim one vision,” kata Naba Aji Notoseputro.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Inggris Bantai Panama 6-1

Ahad , 24 June 2018, 20:58 WIB