Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Seniman Canberra Ingin Pecahkan Rekor Menggambar 50 Jam

Rabu 20 Aug 2014 21:32 WIB

Red:

abc news

abc news

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Chris Wilson, seorang seniman asal Canberra, Australia, sedang berusaha memecahkan rekor dunia menggambar karikatur terlama. Targetnya adalah menggambar selama 50 jam.

Rekor sebelumnya adalah 48 jam, yang dipecahkan di Puerto Rico.

Wilson menggambar di studio seadanya di ruang tamu Rumah Sakit Canberra. Sambil memecahkan rekor, Ia juga berusaha menggalang dana untuk amal. Ia mendorong siapapun yang ingin karikaturnya digambar mendonasikan uang mereka ke yayasan rumah sakit Canberra.

"Ini bisa menguntungkan untuk semuanya. Saya bisa menggalang dana untuk yayasan rumah sakit, yang melakukan hal-hal yang hebat," katanya, baru-baru ini.

"Semua orang bisa mendapat karikatur, dan mereka bisa mendonasikan uang mereka untuk yayasan. Dan, saya bisa memecahkan rekor, semoga."

Bila sukses, Wilson akan merampungkan kegiatan menggambarnya pada Kamis (21/8, esok-red) pagi.

Ada beberapa syarat terkait usahanya memecahkan rekor Guinness Book of World Records. "Untuk tiap jam saya menggambar, saya mendapat waktu istirahat 5 menit," ucap Wilson, "Mungkin, saya akan beristirahat pada jam satu atau dua pagi."

Wilson khawatir perihal kehabisan orang yang digambar sebagai karikatur.

"Di siang hari, banyak yang memesan, yang sulit adalah pada jam dua, tiga, empat, lima pagi," katanya, "Maka kita bertanya, apakah mereka bersedia digambar dini hari, dan bersedia datang ke ruang tamu Rumah Sakit Canberra."

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA