Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Penderita Kebotakan Miliki Harapan untuk Memiliki Rambut

Selasa 19 Aug 2014 21:30 WIB

Red: Nidia Zuraya

Kepala botak (ilustrasi)

Kepala botak (ilustrasi)

Foto: blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Para ilmuwan berhasil sepenuhnya memulihkan rambut di kepala tiga orang yang diberikan obat yang biasanya digunakan untuk menangani kelainan sumsum tulang. Ketiga pasien itu menderita alopecia areata, suatu keadaan yang menyebabkan pitak, kebotakan di bagian tertentu, yang sulit diatasi.

Tetapi setelah lima bulan dalam pengobatan dengan ruxolitinib, rambut ketiga orang itu kembali tumbuh. Penemuan dari Universitas Columbia itu dimuat dalam jurnal ilmiah Nature Medicine.

Alopecia areata diderita oleh dua dari setiap 1.000 orang di Inggris, dan diyakini penyebabnya adalah sistem kekebalan yang menyerang kantung rambut (follicle). Para ilmuwan AS sebelumnya mengidentifikasi sekelompok sel kekebalan tubuh yang terkait dengan perontokkan rambut dan menggelar sejumlah percobaan yang berhasil dengan menggunakan tikus.

Lalu mereka memberi asupan ruxolitinib dalam dosis tertentu dua kali sehari kepada tiga orang yang menderita alopecia tingkat sedang hingga akut. Di AS dan Uni Eropa, obat ini sudah disetujui untuk digunakan untuk penderita kelainan sumsum. Ketiga pasien sudah menderita kebotakan setidaknya sepertiga, namun mengalami pertumbuhan rambut lagi secara pesat selam lima bulan terapi.

"Kami cuma baru memulai percobaan pengobatan ini, tetapi jika obat ini nanti terbukti benar-benar berhasil dan aman, dampaknya akan sangat luar biasa untuk mereka yang menderita penyakit ini," kata Kepala periset Dr Raphael Clynes seperti dikutip BBC, Selasa (19/8). Menurut Dr Clynes, diperlukan penelitian lebih jauh untuk memastyikan apakah obat ini bisa digunakan lebih luas.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA